Market

Pro Kontra Soal RUPS PT.PITS, Direktur Keuangan Disarankan Mundur?

Pro Kontra Soal RUPS PT.PITS, Direktur Keuangan Disarankan Mundur?

TANGERANG SELATAN, SUARAINVESTOR.COM-Penunjukkan Dian Yunita Dewi SE, sebagai Direktur Keuangan PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PITS) sebagaimana hasil RUPS ternyata masih menyisakan pro dan kontra. Bahkan sebagian masyarakat menilai bahwa keputusan Pemkot Tangsel tersebut dianggap “nyeleneh” dan tak sesuai dengan informasi terkait rekruitment direksi PT.PITS. “Harus dikembalikan pada aturan yang ada. Tentu, jika menyalahi aturan berarti ada dugaan pelanggaran,” kata Selaku Ketua PCNU Tangerang Selatan, Abdulah Mas’ud kepada wartawan, Senin (11/10/2021).

Apalagi, kata Abdullah Masud, aturan dibuat untuk dipatuhi semua pihak dan tentu saja mendorong pada penerapan good governance. “Jadi kalau ada yang menyalahi peraturan, maka panitia seleksi juga harus ikut patuhi bersama” ucapnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun nama-nama pansel terdiri dari birokrasi,  pakar dan cendekiawan asal Kota Tangerang Selatan. Sayangnya, hasil penilaian pun tidak dijadikan acuan dalam memilih jajaran Komisaris dan Direktur Keuangan.

Diantara nama-nama Pansel itu, antara lain:
1. Bambang Nurcahyo ( Sekda dan juga ketua panitia seleksi)
2. Warman
3. Dendy
4. Eky
5. Prof. Dr. Syaiful Bakhri, S.H., M.H (independen atau akademisi)

Sementara itu, eksponen Mahasiswa 1998, Bambang Tedjo Lestioro mempertanyakan bagaimana bisa meragukan penilaian seorang Profesor dan Rektor yang juga alumni dari Universitas Islam Indonesia dan Universitas Indonesia. Padahal, mereka panitia seleksi yang notabene adalah seorang Rektor dan pakar di bidang Hukum.

Ditempat terpisah Rahman Faisal, S.S.M.M. Dosen D3 Akuntansi – Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang (UNPAM) mengatakan dalam proses rekrutmen yang menjadi tolok ukur adalah kompetensi dan kemampuan kepemimpinan serta bebas dari kepentingan politik atau pribadi serta golongan tertentu.

Menurut Faisal, sah-sah saja jika perekrutan dilakukan oleh BUMD, namun yang perlu dipertahankan adalah kriteria dan kualifikasi yang sesuai dengan kebutuhan. “Wajar saja masyarakat mencurigai bukan hanya proses rekrutmen sebagai formalitas yang dilakukan. Namun nama yang terpilih sudah ditentukan. “Misalnya, Timses pada Pilkada Tangsel yang lalu, sehingga nama-nama yang dilakukan proses rekrutmen dijadikan ajang sebagai balas budi,”beber Dosen yang akrap disapa Bang Ical, Minggu (10/10)

Dia menerangkan berdasarkan hasil penilaian Pansel bahwa Agus Pramono S.Com mendapat nilai tertinggi Pertama dengan nilai 74,64.(hasil akhir) sedangkan Dian Yunita Dewi,SE hanya mendapat nilai 72,89 tentu hal itu menjadi pemantik kecurigaan masyarakat adanya dugaan Keberpihakan. “Sebaik nya pihak Pemkot Tangsel dalam hal ini adalah Wawali dan Sekda menyarankan kepada Dian Yunita Dewi agar mengundurkan diri dan segeralah Walikota Tangerang Membuatkan Surat Keputusan untuk Agus Pramono S.Com sebagai direktur Keuangan PT PITS (BUMD) Tangsel,”tutur nya

Tentu lanjut Dosen UNPAM itu, Jangan sampai merendahkan martabat Akademisi yang menjadi Panitia Pansel yaitu Prof. Dr. Syaiful Bakhri, S.H., M.H, semua kalangan megetahui mempuni keilmuan nya karena beliau juga seorang pakar di bidang hukum pidana dan juga sebagai pengajar Indonesia.”Prof. Dr. Syaiful Bakhri, merupakan Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta, bahkan beliau pernah menjabat Wakil Ketua Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode tahun 2010 – 2015 jadi hasil nilai dari Panitia Pansel seharusnya dapat menjadi rujukan, sebagai nama berhak menjadi direktur keuangan PT PITS,”papar Dosen yang kerap disapa Bang Ical

Bang Ical mengatakan dalam masa pemulihan ekonomi, pihak Pemkot Tangsel harus mampu membuang ego sektoral apalagi bernuansa keputusan sepihak karena politik, Artinya, semua harus bersinergi untuk menghasilkan solusi terutama tranparansi dalam proses pemilihan Direksi PT PITS, pasalnya situasi ekomoni warga Tangsel masih dalam keadaan krisis akibat dimasa pandemi. “Dalam siutasi krisis seperti ini, Walikota Tangsel, harus mampu bergerak cepat dan tepat untuk menentukan Siapa yang menjadi Direktur dan Komisaris PT PITS, sehingga sebagai warga Tangsel kita menyarankan kepada pihak, pemerintah, buang jauh-jauh ego sektoral dan juga ego sentrisme terutama dugaan Korupsi Kolusi dan Nepotisme,”papar nya

Dia pun meminta tanggung jawab Pemkot dalam menciptakan kedaan yang kondusif dengan cara tranparansi kebijakan berkeadilan, dengan demikian, warga Tangsel dapat bertransformasi menjadi kekuatan Managamen baru di PT PITS yang akan lebih lagi dari sebelum. “Untuk menciptakan keadaan yang membaik dengan tren yang positif, maka Yunita Dewi sebaiknya mengundurkan diri sebagai calon direktur keuangan PT PITS,”tutupnya. ***

Penulis : A Rohman
Editor   : Chandra

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top