Market

Presiden: UMN, Unggul Soal Technopreneur

Presiden Joko Widodo Membukan Webinar yang digelar UMN/Foto : Istimewa

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Presiden Joko Widodo mengapresiasi langkah konsisten yang dilakukan oleh Universitas Multimedia Nusantara (UMN) sebagai perguruan tinggi yang unggul di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Bahkan perspektif technopreneur yang selama ini menjadi keunggulan UMN ini sangat penting untuk diperkuat. “Melatih mahasiswa untuk memecahkan masalah sosial, masalah kemanusiaan, dan masalah kebangsaan dengan memanfaatkan teknologi secara inovatif dan berkewirausahaan dengan perspektif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” katanya dalam webinar kebangsaan yang digelar UMN berthem “Menyongsong 100 Tahun Indonesia Merdeka”, Jumat (26/11/2021).

Kepala Negara mengungkapkan seluruh masyarakat memiliki peran penting untuk mencapai Indonesia maju di tengah disrupsi teknologi ini. Peran ini dapat diwujudkan melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan masyarakat secara luas.

Oleh karena itu, Jokowi mengajak seluruh lapisan masyarakat di Indonesia untuk dapat memberikan kontribusinya dalam menyongsong Indonesia maju ini.

Sementara itu, Rektor UMN Ninok Leksono mengungkapkan UMN terus berusaha mengembangkan sumber daya yang ada untuk menyongsong Indonesia maju. Tidak hanya dari sisi ilmu pengetahuan dan teknologi saja. Namun
juga mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Sekaligus mentransformasi ekonomi negara dari yang berbasis sumber daya alam ke ekonomi kreatif. Di sinilah UMN mendapatkan relevansinya yang sangat utama sesuai dengan zaman yang ada,” tutur Ninok.

Senada dengan Ninok, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD dalam topik webinar “Pembangunan Karakter & SDM Menuju Indonesia 5.0” mengatakan pendidikan nasional bukan hanya tentang memajukan ilmu pengetahuan itu sendiri. Namun, hal ini juga terkait pendidikan karakter untuk memajukan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi kemanusiaan dan kebangsaan. Menurutnya, karakter ini dapat diperkuat dengan berpegang teguh pada nilai berkebangsaan, seperti nilai-nilai di Pancasila.

Sedangkan Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional,
Marsudi Wahyu Kisworo menekankan sikap optimisme untuk menghadapi pembangunan ICT ini melalui kerja sama dan inovasi dari berbagai pihak, seperti pemerintah, akademisi, pebisnis, masyarakat umum, media. Terakhir, tema “Pendidikan untuk Indonesia 5.0” yang disampaikan oleh Nizam sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi RI. Di sini, Nizam juga kembali turut berpesan tentang pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan berbagai pihak untuk membangun pendidikan Indonesia yang lebih baik di era ini.

“Kampus jangan bermimpi untuk membangun industri sendiri, membangun pabrik sendiri. Itu bukanlah bisnis kita. Cukuplah itu dunia industri yang melakukan. Kita cukup support dengan inovasi kita melalui sinergi antara kampus dan industri,” pungkas Nizam. ***

Penulis :  A Rohman
Editor   :  Chandra

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top