Nasional

Presiden: RS Bedakan Peserta KIS, Lapor ke Saya

JAKARTA – Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Maluku, Rabu, (8/2/2017). Pada hari pertama kunker, Presiden menyerahkan secara langsung Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT), Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Desa Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon.

Sedangkan pada hari kedua kunker di Ambon, Maluku, Presiden direncanakan akan membuka Puncak Hari Pers Nasional 2017. Saat membagikan kartu KIS atau yang dikenal sebagai kartu Sakti, Presiden Jokowi mengingatkan kepada pihak Rumah Sakit agar tidak membeda-bedakan pelayanan kesehatan, peserta KIS harus dilayani juga dengan baik.

Kepada para penerima KIS yang berjumlah 347 orang di Ambon itu, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa peserta KIS yang sakit dapat menggunakan KIS untuk berobat ke Puskemas.

“Tolong ke Puskesmas dulu. Kalau pilek jangan langsung ke rumah sakit,” ungkapnya.

Apabila peserta KIS dirujuk ke rumah sakit oleh Puskesmas, maka pihak rumah sakit harus tetap melayani dengan baik.

“Harus dilayani dengan baik dan sama, tidak dibeda-bedakan. Kalau ada rumah sakit yang tidak semestinya (melayani) tolong dilaporkan ke Menteri Kesehatan atau saya,” tegas Presiden.

Kartu Indonesia Sehat (KIS) memiliki fungsi sebagai kartu jaminan kesehatan untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis di fasilitas kesehatan tingkat pertama dan tingkat lanjutan, sesuai dengan kondisi penyakit yang diderita penerima KIS.

Selain pemberian KIS, Presiden Jokowi juga membagikan PMT kepada anak-anak di provinsi yang dikenal dengan sebutan Pulau rempah-rempah tersebut. Menurut, Jokowi era kompetisi yang akan terjadi dalam 10 hingga 30 tahun mendatang.

Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) guna menghadapi persaingan yang bukan lagi antardaerah atau antarkota, melainkan persaingan antarnegara.

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan memberikan sejumlah bantuan berupa program perlindungan sosial.

“Kita ingin ke depan anak-anak kita sehat, pintar, pandai karena persaingan 30 tahun ke depan makin berat, bukan lagi antarkota tapi antarnegara. Anak-anak yang pintar-pintar dan pandai-pandai bisa memenangkan persaingan. Itulah tujuan dari Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada ibu hamil, anak-anak balita, dan anak-anak sekolah,” kata Presiden Jokowi.

Kepala Negara menyerahkan PMT sebanyak 1.007 paket biskuit yang diberikan kepada anak sekolah, ibu hamil, dan balita. Presiden juga menjelaskan aturan untuk mengonsumsi biskuit tersebut.

“Untuk anak sekolah aturan mengonsumsi 6 keping per hari,” tuturnya.

Sementara itu, untuk balita usia 6-11 bulan dapat mengonsumsi delapan keping biskuit per hari. Sedangkan balita usia 12 bulan hingga lima tahun dapat mengonsumsi 12 keping per hari.

“Untuk ibu hamil dengan kehamilan satu hingga tiga bulan mengonsumsi dua keping per hari, dan ibu hamil usia empat sampai sembilan bulan mengonsumsi tiga keping per hari,” ucapnya.

Program PMT bertujuan ntuk meningkatkan status gizi anak serta untuk mencukupi kebutuhan zat gizi anak agar tercapainya status gizi dan kondisi gizi yang baik sesuai dengan umur anak tersebut.

Selain itu, sebanyak 350 orang juga menjadi penerima PKH juga mendapatkan bantuan berupa tabungan sebesar Rp2 juta untuk periode satu tahun.

“Tapi diambilnya empat kali, setiap tiga bulan diambil. Lihat di tabungannya. Baik untuk lansia, disabilitas, maupun untuk ibu-ibu peserta PKH,” ujar Presiden.

Untuk diketahui, pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, mengeluarkan sejumlah program inisiatif yang menyasar langsung masyarakat kurang mampu guna mendukung upaya meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Salah satu di antaranya adalah Program Keluarga Harapan (PKH) yang merupakan program perlindungan sosial yang memberikan bantuan tunai kepada keluarga kurang mampu dan diwajibkan melaksanakan persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Turut menyertai Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam acara tersebut, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Maluku Said Assagaff.(har/TKP)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top