Nasional

Presiden: Pusat Fokus Bangun Daerah

JAKARTA- Presiden Joko Widodo menegaskan selama pemerintahannya, untuk pertama kalinya jumlah alokasi transfer dana ke daerah pada tahun 2016 lebih besar daripada anggaran yang dimiliki oleh pusat, kementerian, maupun lembaga. Penegasan tersebut merupakan perhatian pemerintah pusat yang kini memfokuskan perhatiannya kepada pembangunan di daerah-daerah.

“Dalam APBN Perubahan 2016, untuk pertama kalinya, jumlah anggaran transfer ke daerah dan dana desa lebih besar dari anggaran pusat dan kementerian serta lembaga. Begitu juga APBN 2017, dana transfer ke daerah dan dana desa mencapai Rp764,9 triliun rupiah yang lebih besar dari belanja kementerian dan lembaga. Kenapa ini kita lakukan? Karena kita ingin mendorong peredaran uang, perekonomian daerah itu bisa bergerak lebih baik lagi,” kata Presiden Joko Widodo dalam pidato di HUT Partai Keadilan dan Perdatuan Indonesia (PKPI) di Jakarta, Minggu (15/1) kemarin.

Acara tersebut juga dihadiri Ketua umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden RI ke 6 yang juga Ketua Dewan Pembina PKPI Try Sutrisno, Ketua MPR Zulkifli Hasan, sejumlah menteri Kabinet kerja, pimpinan parrtai politik dan Ketua Umum PKPI AM Hendropriyono.

Sejumlah hal lain yang dipaparkan Presiden terkait pembangunan di daerah adalah mengenai pembangunan pos lintas batas negara di wilayah terluar dan terdepan Indonesia yang disebut Presiden menunjukkan harga diri kita selaku bangsa Indonesia. Pembangunan sejumlah proyek infrastruktur yang mendukung mobilitas orang atau barang juga salah satu di antaranya yang turut dipaparkan. Namun, usaha pemerintah tidak berhenti sampai di sana.

“Selain pembangunan infrastruktur fisik, kita juga melakukan pembangunan infrastruktur sosial. Karena ini yang banyak tidak diketahui oleh masyarakat. Melalui program Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, dan pemberian makanan tambahan. Ini akan menjadi sebuah infrastruktur sosial yang bisa mengangkat masyarakat kita yang belum sejahtera untuk bisa naik ke level yang lebih baik,” imbuhnya.

Presiden Jokowi mengajak para kader PKPI untuk bahu membahu membantu segenap upaya pemerintah untuk menyejahterakan rakyat. Dirinya berharap agar kerja sama yang telah dilakukan selama ini dapat terjalin dengan lebih erat lagi. “Saya mengharapkan kerja sama pemerintah dengan PKPI ke depan agar semakin erat untuk mewujudkan Indonesia Raya. Selamat ulang tahun ke-18 PKP Indonesia,” ujarnya.

Kepala Negara juga menyampaikan mengenai capaian pemerintah selama beberapa tahun ke belakang. Kebijakan bahan bakar minyak (BBM) satu harga sebagai perwujudan dari pemerataan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Ini adalah sesuatu yang sudah satu setengah tahun yang lalu kita perjuangkan, tetapi baru bisa terlaksana tiga bulan yang lalu. Kita lihat bahwa harga BBM Premium di Papua, terutama yang di pegunungan harganya bisa Rp60 ribu hingga Rp100 ribu per liter. Padahal yang di Jawa hanya Rp6.450. Sudah berpuluh tahun itu terjadi dan alhamdulillah kemarin bisa kita samakan satu harga menjadi Rp6.450,” ungkapnya.

Kendati demikian, ia mengakui bahwa tugas tersebut belum selesai. Masih ada sejumlah komoditas lainnya yang sampai dengan saat ini masih diupayakan dengan keras oleh pemerintah untuk turut mengalami pemerataan. Ia pun bertekad untuk terus memperjuangkan hal tersebut.

“Yang belum dan dalam proses yang sedang kita lakukan adalah semen. Semen juga sama, di Jawa Rp70 ribu hingga Rp80 ribu. Di Wamena harganya Rp800 ribu sampai Rp2 setengah juta. Ini yang belum bisa kita selesaikan. Tapi insya Allah ini juga akan terus kita perjuangkan,” tegasnya.(har)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top