Nasional

Presiden Jokowi Komitmen Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan, Kerjasama FIFA dan AFC

Presiden Jokowi Komitmen Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan, Kerjasama FIFA dan AFC
Presiden Jokowi Komitmen Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan, Kerjasama FIFA dan AFC/foto sekneg go.id

JAKARTA,SUARAINVESTOR.COM – Insiden kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan usai laga Persebaya kontra Arema, Sabtu (1/10/2022) masih menyisakan duka bagi Indonesia karena hilangnya ratusan nyawa. Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menyelesaikan pengusutan insiden ini bersama Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA).

Ia menegaskan bersama FIFA akan membentuk Tim Transformasi untuk menyelidiki segala penyebab tragedi Kanjuruhan. Selain itu, Jokowi juga mengatakan FIFA akan berkantor di Indonesia untuk sementara waktu.

“Selama proses pembentukan tim, FIFA akan berkantor di Indonesia,” ujar Jokowi.

Tidak hanya itu, Presiden FIFA Giani Infantino akan berkunjung ke Indonesia sekitar bulan Oktober atau November untuk melakukan diskusi dengan pemerintah Indonesia.

Jokowi juga menyampaikan bahwa meskipun terjadi tragedi yang menelas sedikitnya 131 orang meregang nyawa dan ratusan lainnya luka-luka, FIFA tidak akan menjatuhkan sanksi kepada Indonesia. Kepastian tersebut didapatkan dari surat resmi yang dikirimkan FIFA kepada pemerintah Indonesia.

“Kemarin saya menerima surat dari FIFA yang merupakan tindak lanjut dari hasil bicara saya per telpon dengan Presiden FIFA Giani Infantino 3 Oktober lalu. Berdasar surat itu, Alhamdulillah sepak bola Indonesia tidak dikenakan sanksi oleh FIFA,” ujar Jokowi.

Meski demikian, Jokowi mengatakan bahwa pemerintah akan berupaya memperbaiki sepak bola Indonesia agar tragedi serupa tidak akan terjadi kembali.

Melalui kerja sama dengan FIFA dan AFC setidaknya ada lima fokus utama yang akan dilakukan, pertama membangun standar keamanan stadion. Kedua, menyusun standar protojkol dan pengamanan yang dilakukan oleh pihak kepolisian berdasarkan standar keamanan stadion.

Ketiga, melakukan sosialisasi dan diskusi dengan klub sepak bola di Indonesia termasuk input dari perwakilan suporter. Keempat, memperbaiki pengaturan jadwal pertandingan dan terakhir melakukan pendampingan dari para ahli.

Pengamat sepakbola nasional Sigit Nugroho mengatakan, kabar kunjungan FIFA ke Indonesia benar-benar di luar dugaan, karena biasanya FIFA akan langsung membanned sepakbola salah satu negara jika melakukan pelanggaran berat, seperti yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Sigit Nugroho pun memastikan mendukung langkah tegas Presiden Jokowi untuk mengusut tuntas tragedi di Stadiona Kanjuruhan, Malang dengan menggandeng FIFA dan AFC.

“Sangat mendukung. Ini kesempatan sebab FIFA di luar dugaan mau temui Jokowi. Biasanya, FIFA langsung banned negara yang intervensi federasi, seperti PSSI,” kata Sigit Nugroho, Senin (10/10/2022).

Menurut Sigit Nugroho, kelemahan di sepakbola Indonesia adalah sistem keamanan yang sangat lemah. Pasalnya, sistem keamanan yang disampaikan oleh pihak PSSI dan penyelenggara lainnya berbeda jauh dengan yang terjadi di lapangan, hingga perlu ada langkah tegas dari FIFA kepada PSSI.

“Perbaikan protokol keamanan. Implementasi atas protokol keamanan. Teori dan praktek di sepakbola kita kerap ga ada sinkronisasi. Kontrol terhadap Komisi Disiplin dan Banding PSSI. Galak, tapi lembek,” ujarnya.

“Ada pelanggaran serius, hukuman berat seumur hidup, tapi hanya 1-2 tahun bebas. Tak ada efek jera, keputusan di kemudian hari berpotensi disepelekan, lalu Presiden Jokowi, FIFA dan AFC langsung kontrol lebih ketat,” jelasnya.

Sigit Nogroho pun menegaskan, jika dalam penyelidikan terhadap tragedi di Stadion Kanjuruhan ada kesalahan yang bermuara ke PSSI, maka FIFA harus membekukan pengurus PSSI sekarang dan melakukan Kongres Luar Biasa (KLB).

“Jokowi minta FIFA untuk membekukan kepengurusan PSSI sekarang, lalu KLB dan FIFA langsung kontrol dengan ketat, tak ada money politic. Sekarang kesempatan sepakbola Indonesia berbenah dengan orang-orang yang jadi pengurus dengan bersih,” pungkasnya.

Penulis: M Arpas

Editor: Budiana

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top