Nasional

Presiden Jokowi Ingatkan Pentingnya Meneladani Gus Dur

JAKARTA, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) hadir dan memberikan sambutan di hadapan ribuan pengunjung haul ke-7 alm. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di kompleks Al-Masjid Munawwaroh, Jalan Warung Silah 10 Ciganjur, Jakarta Selatan. Pada Jumat (23/12) malam.

Hadir pula Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Tito Karnavian, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Habib Umar Muthohar, Habib Ja’far Alkaff, para pemuka dari lintas agama, dan para seniman. ketiga cagub-cawagub DKI Jakarta, Agus-Sylvi, Ahok-Djarot dan Anies-Sandi. Selain itu para pejabat Negara dan duta besar nNegara sahabat.

Dalam sambutannya, Jokowi menyampaikan tentang peci yang pernah dikasih Istri Gus Dur Sinta Nuriyah Wahid. “Pemberian peci menjadi pengingat buat saya, buat kita semua untuk senantiasa meneladani Gus Dur. Meneladani kesederhanaan, meneladani kerelaan melayani masyarakat, bangsa, dan negara,” tutur Presiden RI.

Jokowi mengingatkan kepada para hadirin, bahwa negara Indonesia ini milik kita, bukan milik golongan tertentu, atau milik perorangan. Bahwa dunia sosial media akhir-akhir ini semakin meresahkan, berisi ujaran kebencian, hasutan, fitnah. “Energi kita habis untuk hal-hal yang tidak perlu,” ujarnya.

Dalam menyikapi kelompok tertentu yang suka memaksakan kehendaknya atau tidak menghargai perbedaan, Jokowi mengaku dirinya ingat kepada Gus Dur, “Kalau Gus Dur masih ada, kita ini masih kayak anak TK (taman kanak-kanak, pasti digitukan oleh Gus Dur,” sindirnya diikuti ketawa para hadirin.

Mengingat pentingnya rasa persaudaraan sesama anak bangsa, dengan tanpa membedakan agama, suku, bahasa ibu dan latar belakang lainnya, Jokowi meminta agar kita tetap menjaga persaudaraan. “Kita saudara sebangsa dan setanah air, itu yang diajakarkan Gus Dur,” tambah Jokowi.
Alissa Wahid putri Gus Dur mengatakan, karena Ciganjur belum dicoret dari DKI, maka kita undang tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

Jokowi pun meresponnya ,”Lha mbok ya begitu, yang rukun. Kita ini saudara. Saudara sebangsa setanah air. Persaudaan itu kan yang diajarkan Gus Dur,” goda Jokowi yang sontak disambut ketawa hadirin.

Jokowi di depan ribuan hadirin mengingatkan agar tidak menghabiskan energi untuk hal-hal yang tidak perlu, seperti menjatuhkan antarsesama bangsa. Ia mengimbau warga agar bisa membedakan antara mengkritik dan menghujat.

Sementara itu Menteri Agama RI H Lukman Hakim Saifuddin mengimbau masyarakat untuk meneladani Gus Dur dalam menyikapi perbedaan pendapat. Menurut Lukman, Gus Dur merupakan salah seorang sosok bijaksana di zaman ini yang patut diteladani.

Gus Dur dikenal sering berseberangan dengan siapapun. Dalam hidupnya, Gus Dur pernah berseberangan pendapat dengan para politisi. Tidak hanya itu, Gus Dur bahkan pernah berseberangan pendapat dengan tajam dengan para kiai NU.
“Gus Dur dalam keseharian senang silaturahmi. Meski berbeda pendapat, Gus Dur tetap menjaga akhlak terhadap siapapun orangnya termasuk mereka yang berbeda pendapat dengannya. Ini kebesaran hati Gus Dur,” kata politisi PPP itu.

Perilaku bijaksana ini semakin relevan dengan kondisi kekinian umat Islam. Menurut Lukman, umat Islam perlu meneladani Gus Dur dalam menyikapi perbedaan pendapat bahkan pandangan keagamaan yang belakangan ini menyita banyak perhatian publik dan juga umat Islam.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top