Nasional

Presiden Instruksikan Tindaklanjuti 5.810 Temuan BPK dengan Potensi Kerugian Negara Rp19,48 Triliun

JAKARTA- Presiden Joko Widodo langsung menginstruksikan jajaran menteri Kabinet Kerja untuk menyelesaikan permasalahan yang dilaporkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Instruksi tersebut sejalan dengan komitmen Presiden menjalankan pemerintahan yang transparan dan kredibel.

Instruksi Presiden tersebut diberikan setelah menerima Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Seminar (IHPS) II Tahun 2016 yang diserahkan BPK di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/4/2017). Presiden Jokowi menerima Pimpinan dan anggota BPK yang diketuai oleh Harry Azhar Azis.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menjelaskan Presiden Jokowi telah menginstrusikan segera menindaklanjuti apa yang menjadi temuan-temuan BPK karena menginginkan pemerintahan ini secara transparan dan kredibel.

“Kalau ada permasalahan maka segera diselesaikan. Salah satu contoh adalah misalnya di beberapa kementerian dan lembaga, seperti yang tadi sudah disampaikan Ketua BPK, maka beliau memerintahkan kepada menteri terkait, kepada Menko, untuk diselesaikan,” kata Pramono Anung.

Adapun terhadap laporan keuangan lainnya yang dianggap sudah mengalami perbaikan, hal tersebut tidak serta merta membuat Presiden Joko Widodo merasa puas. Kepala Negara tetap menginstruksikan jajarannya untuk terus membenahi dan meningkatkan informasi keuangan yang disajikan.

“Misalnya sebagai contoh WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) untuk pemerintahan daerah. Tahun lalu 46 atau 47 persen, sekarang sudah naik menjadi 58 persen. Tetapi itu pun Presiden tetap mengharapkan ditingkatkan termasuk di kementerian dan lembaga,” tuturnya.

5.810 Temuan BPK

Melalui laporan pemeriksaan tersebut, BPK selaku auditor negara menyampaikan bahwa pihaknya mengungkap 5.810 temuan yang memuat 1.393 kelemahan sistem pengendalian intern (SPI) dan 6.201 permasalahan ketidakpatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan. Temuan tersebut setidaknya mengungkap potensi kerugian senilai Rp19,48 triliun.

“Temuannya itu 5.810, 18 persen soal SPI, 82 persen soal ketidakpatuhan yang nilainya Rp19,48 triliun,” ujar Harry Azhar usai pertemuan.

Saat menyerahkan laporan tersebut, BPK juga berharap kepada Presiden untuk menindaklanjuti segala temuan yang dapat menimbulkan kerugian negara dalam jumlah yang cukup besar tersebut. Berdasarkan penuturannya, Presiden Joko Widodo telah menyatakan akan menindaklanjuti temuan dan rekomendasi oleh BPK itu.

“Presiden sebagai pemerintah yang menindaklanjuti rekomendasi kita, maka kita minta kepada Presiden untuk menindaklanjuti yang kita rekomendasikan,” ucapnya.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden didampingi Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. (har/TKP)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top