Nasional

Presiden Instruksikan Deteksi Awal Kebakaran Hutan Sejak Dini

JAKARTA- Presiden Joko Widodo meminta jajarannya segera menerapkan sistem deteksi dini di daerah-daerah yang rawan kebakaran hutan. Hal ini karena berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa iklim di Indonesia pada tahun 2017 lebih kering dibandingkan tahun 2016 sehingga risiko kebakaran hutan dan lahan akan semakin besar terjadi di Indonesia.

“Saya ingin agar didorong penetapan siaga darurat itu sejak dini,” ujar Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan kepada Peserta Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2017 di Istana Negara Jakarta, Senin (23/1/2017).

Presiden Jokowi meminta jajarannya untuk mengambil langkah-langkah dan upaya yang telah berhasil dilakukan pada tahun 2016 guna dilanjutkan sebagai Rencana Aksi pada tahun 2017. Penetapan siaga darurat lebih awal merupakan arahan pertama yang disinggung Presiden Joko Widodo dalam rapat koordinasi tersebut.

Menurut Jokowi, sistem deteksi dini di daerah-daerah yang rawan kebakaran masih harus diperkuat lagi. Selain itu, deteksi dini juga bisa dilakukan dengan membuat kanal blocking dan sumur bor yang saat ini jumlahnya masih sangat kurang. Hingga tahun 2016 lalu, sekat kanal yang telah dibangun berjumlah sekitar 11 ribu unit.

Presiden Jokowi memberi apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang telah membantu mewujudkan salah satu program pemerintah dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Indonesia. “Ini dimulai dari desa dengan menggerakkan Babinsa, Babin Kamtibmas, Polsek, Koramil, Kodim, Polres, Danrem, Korem, Kodam, Polda semuanya bergerak ya hasilnya turun 83 persen dan hotspotnya turun 82 persen. Sebuah penurunan yang sangat drastis sekali,” katanya.

Namun, Presiden Jokowi meminta agar semua pihak tidka berpuas diri dan meminta terus melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Hal ini penting mengingat kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan sangatlah besar. Berdasarkan data yang diterima dari para ekonom, menurut Presiden kerugian ekonomi yang diderita negara pada tahun 2015 mencapai Rp220 triliun.

“Dan kita tahu semuanya dampak dari adanya kebakaran hutan tidak hanya urusan masalah ekonomi, 2015 kita mengalami kerugian kalau dihitung-hitung, ekonom menghitung, dampak karena urusan pembatalan penerbangan, dampak karena perkantoran yang libur, dampak karena aktivitas ekonomi yang berhenti mencapai angka yang tidak sedikit kurang lebih Rp220 triliun. Sebuah angka yang sangat besar sekali,” ungkap Presiden Jokowi.

Pelibatan semua pihak dinilai penting. Aktivasi posko sebagai sarana untuk mengingatkan dan memberikan pembelajaran-pembelajaran mengenai pentingnya antisipasi kebakaran menjadi arahan kedua yang disampaikan. “Aktivasi posko pengendalian kebakaran. Meskipun posko itu tidak harus berupa sebuah bangunan tetapi kita ingin agar ada tempat, ada poskonya. Baik di tingkat kecamatan dan syukur-syukur sampai ke tingkat desa,” imbuhnya.

Kesiapan aparat juga penting dalam melakukan operasi udara pencegahan kebakaran hutan dan lahan. “Mengecek kesiapan, mengecek kesiagaan untuk melakukan operasi udara, patroli udara, hujan buatan, _water bombing_ , ini harus gerak cepat dari awal,” tegasnya.

Terakhir, penegakan hukum ditekankan Presiden Jokowi pada rapat koordinasi kali ini. Seluruh pihak yang terkait harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah, baik itu masyarakat maupun pengusaha. “Yang berkaitan dengan aparat hukum, tegas dan selesaikan kasus-kasus kebakaran hutan yang ada,” kata Presiden Jokowi.

Turut hadir mendampingi Presiden Joko Widodo dalam acara tersebut di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.(har/TKP)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top