Perbankan

Premi Industri Asuransi Diprediksi Tumbuh Sekitar 2% Hingga 5% Pada 2023

Premi Industri Asuransi Diprediksi Tumbuh Sekitar 2% Hingga 5% Pada 2023

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Kalangan industri asuransi memproyeksikan bahwa premi asuransi jiwa akan tumbuh sekitar 2 perseb sampai 5 persen pada 2023. Adapun proyeksi pertumbuhan premi asuransi ini sejalan dengan asumsi optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia sesuai proyeksi pemerintah yaitu sekitar 5,3 persen. “Ekonomi juga sudah kembali dan demand terhadap asuransi kesehatan juga sudah kembali,” kata Head Senior Executive Vice President IFG, Progress, Reza Yamora Siregar, Kamis (11/5/2023).

Lebih jauh Reza Yamora Siregar, memprediksi pertumbuhan klaim pada industri asuransi jiwa diperkirakan akan berada di kisaran 5 sampai 9 persen secara tahunan. Bahwa selesainya pandemi Covid-19 dan harapan pemulihan di semester II-2023 akan menjadi katalis positif.

Reza menambahkan permasalahan yang saat ini terjadi pada asuransi jiwa kebanyakan terjadi imbas dari pandemi Covid-19. Artinya, Covid-19 itu masih berdampak untuk asuransi dan reasuransi saat ini baik dari produksi premi maupun pembayaran klaim asuransi jiwa. Namun begitu, dengan perbaikan ekonomi saat ini harapannya permintaan terhadap asuransi kesehatan juga turut terkerek. Di sisi lain, pihaknya menjelaskan asuransi umum memiliki karakteristik yang berbeda. Pasalnya, asuransi umum lebih tergantung pada kondisi ekonomi.

Padahal, kondisi ekonomi belum menunjukkan pertumbuhan yang sesuai dengan harapan. “Ekonomi ini masih menghadapi tantangan global demand, ekonomi yang pertumbuhannya less than expected,” paparnya.

Meskipun demikian, IFG Progress memproyeksikan tingkat premi industri asuransi umum akan tumbuh sebesar 6 persen secara tahunan. Sementara itu, dari sisi klaim, pertumbuhan klaim diproyeksikan akan tumbuh 10 persen secara tahunan pada 2023. Kontribusi terbesar dari klaim industri asuransi umum berasal dari lini bisnis asuransi kredit. Sebagai informasi, pada tahun 2022 premi industri asuransi jiwa terkontraksi 7,3 persen secara tahunan.

Penurunan ini didorong oleh penurunan premi unit link yang mencapai 16 persen secara tahunan. Sementara itu, produk asuransi tradisional menunjukkan peningkatan sebesar 4 persen secara tahunan.***

Penulis  : Chandra
Editor    : Chandra

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top