Nasional

PPP: Parpol yang Gabung Pemerintah Jangan Beroposisi

JAKARTA, Belakangan ini parpol yang semula mendukung Prabowo Subinato dalam pilpres April 2019 lalu, arah politiknya berubah mendukung pemerintahan Jokowi – Ma’ruf Amin,. Bahkan Gerindra, PAN dan Demokrat dikabarkan akan mendapat jatah menteri.

Misalnya pada Jumat (11/10) sore ini Prabowo akan bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan.

Sebelumnya Wakil Sekjen PAN Saleh Partaonan Daulay mengatakan jika Gerindra berharap kursi urusan pangan, pertanian dan energi. “Kita berharap, semoga tidak ada masyarakat yang kecewa,” kata Saleh Daulay, Rabu (9/10) lalu.

Beredar informasi jika Waketum Gerindra Edhy Prabowo, yang pada periode 2014 – 2019 menjadi Ketua Komisi IV DPR RI disebut-sebut akan menjadi menteri pertanian. Selain itu, Gerindra akan mendapat menteri pertahanan.

Selain Gerindra, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan, pada Kamis (10/10) siang kemarin. Hal itu sesuai dengan kabar bahwa Waketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan menjadi menteri di Kabinet Jokowi – Ma’ruf Amin.

Demikian pula, PAN yang sejak awal terang-terangan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mendukung Jokowi – Ma’ruf Amin. Namun, apakah PAN akan mendapat jatah menteri atau tidak, belum ada informasi yang memastikan itu.

Yang pasti kata Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani, parpol yang bergabung dengan pemerintah agar menjaga etika politik dan tidak menjadi opososi. “Kader partai boleh mengkritik pemerintah di DPR RI, tapi jangan berperilaku seperti oposisi,” tegas Arsul Sani, Jumat (11/10/2019).

Arsul berharap setiap partai yang gabung pemerintah seharusnya tertib menjaga etika terhadap pemerintah. “Kritis boleh dalam menjalankan tugas pengawasan di DPR RI, tapi bukan oposisi seperti model pemerintahan parlementer,” tambah Wakil Ketua MPR RI itu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top