Nasional

Polri: Proses Hukum Rizieq Shihab Sesuai Bukti dan Laporan Masyarakat

JAKARTA, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menegaskan jika semua kasus yang melibatkan ulama dan tokoh masyarakat sebagai perorangan itu berdasarkan laporan masyarakat. Semua dalam proses sidik dan lidik. Karena itu kalau ada kelompok-kelompok yang menuduh kriminalisasi itu tidak benar, dan kalau meminta menghentikannya, tentu harus menunggu proses hukumnya.

Demikian Tito Karnavian menjawab tuduhan sejumlah pihak yang mengatakan bahwa Kepolisian melakukan kriminalisasi terhadap ulama. Tuduhan itu salah satunya disampaikan massa aksi 212 yang berdemo di depan Gedung DPR RI Jakarta, pada Selasa (21/2/2017). Dan, ditanyakan kembali oleh anggota Komisi III DPR RI pada Rabu (22/2/2017).

“Polri tentu kalau ada laporan harus menindaklanjuti apakah penyelidikan atau naik ke penyidikan. Dimana perkembangan kasus-kasus yang menjerat sejumlah tokoh agama seperti pimpinan FPI Rizieq Shihab, sesuai laporan dan bukti-bukti yang ada.
Pertama, berkaitan dengan kasus dugaan penghinaan Pancasila yang ditangani Polda Jabar. Saat ini, 25 orang saksi telah diperiksa dan tengah dilakukan pendalaman keterangan ahli dan proses koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum.

Kedua, terkait tuduhan adanya lambang palu arit pada uang kertas baru. Prosesnya kini masih dalam tahap pemanggilan saksi.

Ketiga, kasus dugaan penistaan agama yang dilaporkan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) yang akan segera dilakukan gelar perkara.

Selanjutnya, kasus dugaan penyebaran kebencian dan SARA pada muatan ceramah Rizieq Shihab yang menyinggung kelompok Hansip. Kasus ini masih dalam proses pemeriksaan saksi-saksi dan ahli.

Kempat, soal kasus dugaan pornografi yang juga melibatkan tersangka dugaan makar Firza Husein. Total 12 kasus tersebut masih berjalan di Kepolisian.

Berkaitan dengan tuntutan pada aksi FUI untuk mengehentikan kasus-kasus Rizieq tersebut, Penegak hukum tentu akan melihat perkembangannya. “Ada yang tahap sidik dan lidik nanti kami akan lihat bagaimana prosesnya. Apakah bisa dengan restorative justice,” jelas mantan Kapolda Metro Jaya itu.

Sebelumnya Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan membantah tudingan kriminalisasi ulama terkait sejumlah kasus yang menjerat tokoh keagamaan yang tengah ditangani satuannya. “Saya meminta mereka yang menuding adanya upaya kriminalisasi ulama oleh kepolisian, melihat para tokoh yang tersangkut sebagai individu,” katanya.

M. Iriawan sendiri beragama Islam, sudah berhaji dan pernah belajar di pesantren dimana ulama sebagai guru. “Ini kan perorangan, Rizieq Shihab, Munarman, Bachtiar Nasir itu per orangan bukan ulamanya. Ulama itu guru saya ngajar ngaji cukup lama dan sempat buka pesantren. Jadi, tak mungkin kriminalisasi, dosa buat saya. Bahwa itu perbuatan individu yang berakibat pada proses hukum, Polri profesional,” tambah Iriawan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top