Nasional

Polri Petakan 10 Provinsi Rawan Konflik

JAKARTA, Menjelang pencoblosan Pemilu Serentak, 17 April mendatang, Polri telah memetakan wilayah dengan potensi rawan konflik. Setidaknya ada 10 provinsi yang memiliki indeks kerawanan tinggi.

Karopenmas Divis Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyebut Jakarta, salah satu daerah yang rawan di Pemilu 2019. Sebelumnya, kata Dedi, Jakarta tidak masuk 10 besar daerah rawan.

“Di sini yang memiliki tingkat provinsi ya, indeks potensi kerawanan pemilu yang pertama Maluku Utara, punya potensi cukup tinggi. Kedua, Papua, ketiga Aceh, keempat NTB, Sulbar, Sulteng, Papua Barat, DKI Jakarta, Kalimantan Tengah, Kaltara. Itu 10 besar,” tegas Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (29/3).

Menurut Dedi, Jakarta memenuhi syarat indikator kerawanan. Selain itu, rawannya Jakarta juga dikarenakan ketatnya persaingan antar caleg yang memperebutkan parliamentary threshold.

“Dimensi 1 yang dinilai adalah dimensi penyelenggara, kontestasi capres, kontestasi caleg, dimensi partisipasi masyarakat antara paslon. Bisa bentrok antar pendukung paslon, gangguan kamtibmas. Keenam, ambang gangguan, dan terakhir gangguan nyata. Karena Jawa memang sangat tinggi dinamikanya,” jelas Dedi.

Sebelum menurut Dedi, sebelum 17 April, Polri akan kembali memetakan daerah potensi rawan. Hal itu untuk mempersiapkan jumlah personel pengamanan.

“Nanti jelang masa tenang dan hari H akan didata kembali. Itu untuk menentukan dislokasi pasukan, jumlah kekuatan yang dibutuhkan tiap polda. Pasca-kampanye terbuka akan saya sampaikan lagi,” pungkasnya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top