Nasional

Politisi PKB dan Sekjen DPR Dipanggil KPK

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil anggota DPR Fraksi PKB Jazilul Fawaid dan Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal DPR Achmad Djuned terkait kasus dugaan suap di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Beberapa anggota Komisi V DPR periode 2014 – 2019 sudah dijadikan tersangka terkait kerupsi anggaran infrastruktur untuk daerah Maluku dan Maluku Utara.

Mereka diperiksa sebagai saksi di Gedung KPK Jakarta, pada Rabu (8/3/2017). Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka YWA (Yudi Widiana Adia). KPK juga memanggil Staf Logistik dan Pengadaan ATX PT Windu (WTU) Tunggal Utama. Juga Komisaris PT WTU Jayadi Windu Arminta dan Manager Operasional PT Tritunggal De Valas Yohanes Budi Haryanto.

Yudi Widiana merupakan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang diduga menerima uang sekitar Rp 4 miliar dari Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa So Kok Seng alias Aseng.

Suap tersebut diberikan agar para pengusaha mendapatkan proyek pekerjaan pembangunan jalan di Maluku dan Maluku Utara, di bawah Kementerian PUPR. Anggaran proyek tersebut diusulkan melalui dana aspirasi anggota Komisi V DPR.

Sementara itu Aseng telah ditahan KPK selama 20 hari sejak Rabu (1/3/2017), di Polres Jakarta Pusat. Dalam surat dakwaan terhadap pengusaha lain yang diduga menyuap sejumlah anggota DPR, yakni Abdul Khoir, Aseng disebut bersama beberapa pengusaha lain, menyuap anggota Komisi V DPR. Muza Zainuddin dari FPKB diduga terima Rp 8 miliar dan ditahan setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Gedung KPK Jakarta, pada Kamis (23/2/2017) lalu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top