Nasional

Polda Jatim – Polres Ponorogo akan Cek Kematian Santri Gontor 1

Polda Jatim - Polres Ponorogo akan Cek Kematian Santri Gontor 1
Polda Jatim - Polres Ponorogo akan Cek Kematian Santri Gontor 1/foto ighotmanfaris

SURABAYA, SUARAINVESTOR.COM – Seorang santri asal Palembang, Sumatera Selatan, meninggal diduga diduga akibat penganiayaan di Ponpes Modern Darussalam Gontor, Jatim. Bahkan, jenazahanya sampai ganti dua kali kain kapan karena darahnya terus mengalir.

Demikian diungkapkan ibu korban Ibu Soimah saat mengadu ke pengacara Hotman Paris dalam sebuah pertemuan di Palembang. Karena itu, polisi akan melakukan pengecekan informasi tersebut. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Dirmanto saat dikonfirmasi akan melakukan pengecekan informasi tersebut di Polres Ponorogo.

“Nanti saya cek info ini ke Polres Ponorogo,” kata Dirmanto kepada wartawan di Jawa Timur, Senin (5/9/2022).

Soimah mengadu bahwa anaknya santri meninggal diduga dianiaya di Pesantren Modern Darussalam Gontor, Jawa Timur. Hotman Paris kemudian mengunggah video itu di akun Instagramnya yang meminta Kapolda Jawa Timur, Irjen Nico Afinta segera untuk mengusut kematian putra Soimah, Albar Mahdo, 17 tahun tersebut.

“Halo Pak Kapolda Jawa Timur, di sini ada seorang ibu yang datang ke saya bertemu Hotman di Palembang, katanya anaknya meninggal di Gontor 1 (Gontor Pusat), diduga akibat tindak kekerasan,” kata Hotman, Minggu (4/9/2022).

“Mohon Pak Kapolda menyelidiki soal meninggalnya anak Bu Soimah ini, diduga ada penganiayaan,” jelas Hotman. Ia lalu minta Ibu Soimah menyebutkan no Hp-nya kalau nanti Polda Jatim perlu mengonfirmasinya kasus tersebut.

“Sungguh sebagai ibu saya tidak kuat melihat kondisi mayat anak saya Pak,” tutur Soimah. Soimah baru mulai terbuka ke publik seusai menutup rapat penyebab kematian anak sulungnya itu karena ada janji penyelesaian masalah dari pihak pondok pesantren.

Namun sepekan berselang, keluarga Albar merasa pihak pondok pesantren tidak memiliki itikad baik dalam menyelesaikan masalah tersebut. Anaknya itu meninggal dunia pada Senin (22/8) lalu pukul 06.45 Wib dan Soimah mendapat kabar pada pukul 10.20 WIB. Keluarga syok atas kabar tersebut.

Pondok pesantren lalu mengantarkan jasad Albar ke Palembang. Pada Selasa (23/8) siang, jasad Albar tiba di rumah duka Palembang setelah diantar pihak pondok pesantren Gontor 1 yang dipimpin oleh Ustad Agus.

“Dalam surat keterangan kematian, ananda kami meninggal pada pukul 06.45. Tapi kami baru dapat kabar pukul 10.20. Ada apa? rentang waktu itu menjadi pertanyaan keluarga kami,” ujar Soimah dalam surat terbukanya.

Sebelumnya Soimah takur membuka kasus itu ke publik karena menyangkut pondok besar; Gontor Pusat. Ketika ditanya oleh Hotman, kenapa ibu tidak membuat laporan ke polisi? Soimah menjawab sambil menangis,”Saya takut Pak, karena menyangkut pondok besar, Gontor 1.”

Semoga aparat kepolisian Jatim dan Polres Pomoroga berani mengusut kematian Albar Mahdi, yang meninggal akibat penganiayaan tersebut.

Penulis: M Arpas

Editor: Budiana

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top