Nasional

Pilkada oleh DPRD, Bamsoet: MPR RI akan Kaji Baik Buruknya untuk Rakyat

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM – Soal usulan Mendagri Tito Karnavian yang berharap pilkada dikembalik ke DPRD, karena secara langsung menimbulkan biaya tinggi dan memicu potensi korupsi kepala daerah, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo berjanji MPR RI akan mempelajari mAdhorot dan maslahatnya atau baik dan buruknya untuk rakyat.

“Jika dalam kajian MPR RI nanti, terbukti pilkada langsung ini menimbulkan dampak buruk (mudhorot) –nya lebih besar dibanding mashalahat )baik) –nya, tentu bisa dikembalikan ke DPRD. Karena itu, kita perlu mendengar aspirasi rakyat,” tegas Bamsoet di Kompleks MPR RI, Senayan Jakarta, Senin (11/11/2019).

Yang pasti lanjut Ketua Golkar itu, semua masukan akan menjadi bahan kajian bagi MPR RI, untuk tetap dipilih langsung oleh rakyat atau DPRD. “Kita perlu masukan dari berbagai elemen masyarakat. sebab, pilkada langsung ini sudah berjalan lama, dan rakyat merasa sudah bisa menentukan pilihan pimpinan daerahnya hingga presiden,” jelas Bamsoet.

Sebelumnya, Mendagri Tito Karnavian berencana melakukan evaluasi terhadap pilkada langsung. Menurutnya pilkada secara langsung menimbulkan biaya tinggi dan memicu potensi korupsi kepala daerah.

Mantan Kapolri itu berkata setiap kepala daerah butuh sekitar Rp30 miliar untuk maju pilkada. Sementara total gaji yang diterima selama lima tahun hanya Rp12 miliar, menurut hitungan Tito.

“Kalau dari saya sendiri justru pertanyaan saya adalah apakah sistem politik pemilu pilkada ini masih relevan setelah 20 tahun? Banyak manfaatnya partisipan demokrasi meningkat. Tapi juga kita lihat mudaratnya ada, politik biaya tinggi. Kepala daerah kalau enggak punya Rp30 miliar mau jadi bupati, mana berani dia,” kata Tito di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (6/11).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top