Pertanian

Peternak Sapi Di Rembang Dapat Bantuan Modal Rp1,43 Miliar Dari Semen Indonesia

SURABAYA-Potensi ekonomi lokal sekitar pabrik menjadi fokus pengembangan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR). Oleh karena itu UMKM sektor peternakan menjadi pilihan utama penyaluran bantuan CSR. “Empat kelompok peternak sapi mendapat bantuan sekitar Rp1,43 miliar guna mendorong dan sekaligus mengembankan ternak,” kata Kepala Departemen CSR Semen Indonesia, Wahjudi Heru dalam siaran persnya, Kamis (22/9/2016).

Selain mendapat modal untuk pembibitan, kata Wahjudi, para peternak mendapatkan pelatihan, terutama bagaimana membuat pakan ternak yang benar. Sehingga pertumbuhan sapi akan lebih cepat dan ada kepastian kapan bisa dijual. “Pola ini akan meningkatkan produktivitas peternak dan berimbas pada peningkatan kesejahteraan peternak,” tambahnya.

Pemberian bantuan ini, lanjut Wahjudi, sebagai wujud komitmen PT Semen Indonesia menguatkan ekonomi terutama sektor riil yakni UMKM di Rembang Jateng.

Adapun empat kelompok tani ternak yang mendapat bantuan itu, antara lain Kelompok ternak sapi Mekar Jaya, Desa Gunungsari Kec Kaliori dengan beranggotakan 17 mitra. Kelompok ternak sapi Ngudi Rahayu, Desa Kumendung Kec Rembang dengan jumlah anggota 9 mitra. Kelompok ternak sapi Rojo Koyo Mandiri, Desa Ngotet Kec Rembang dengan jumlah anggota 5 mitra. Kelompok ternak sapi Rojo Koyo, Desa Sidomulyo Kec Gunem.

Ketua Kelompok Tani Ternak Mekar Jaya, Sahid mengakui bantuan suntikan modal dari PT Semen Indonesia itu mampu merangsang peternak untuk melakukan pengembangan. Sebab, pada praktiknya peternak bukan hanya beternak saja melainkan sudah melebarkan kepentingan ke ranah bisnis. “Saat ini ada 17 anggotanya yang sudah mendapatkan bantuan suntikan modal dari Semen Indonesia. Besaran modal yang diberikan rata-rata Rp 40 juta setiap peternak,” ujarnya.

Bantuan modal tersebut oleh peternak digunakan untuk membeli bibitan ternak yang akan digemukkan. Sehingga, jika awalnya peternak hanya memiliki satu atau dua ekor sapi, setelah dapat suntikan modal bisa memiliki hingga lima ekor sapi. “Administrasi untuk modal dari PT Semen Indonesia terbilang kecil, hanya 6 persen selama satu tahun. Untuk modal Rp 40 juta, dikembalikan dalam jangka waktu 3 tahun dengan angsuran setiap semester sekali sebesar Rp 6 juta,” paparnya

Sahid berharap, suntikan modal itu bisa diperluas untuk anggota kelompok tani lainnya. Sebab, di luar 17 peternak yang sudah menerima modal dari PT Semen Indonesia, masih banyak peternak lain yang juga berkeinginan untuk mengembangkan usaha peternakannya. Warga disini sudah menjadikan peternakan sebagai lapangan pekerjaan utama. “Saat ini total ada 150 ekor sapi milik anggota Kelompok Tani Mekar Jaya. Rata-rata setiap bulan kami panen 50 ekor sapi. Sapi Gunugsari sudah jadi langganan penjagal luar kota, seperti Kudus,” ujarnya.

Sementara itu, anggota KTT Mekar Jaya, Surat mengaku, sebelum mendapatkan bantuan modal dari PT Semen Indonesia masih menggunakan cara tradisional dalam beternak. Namun, setelah mendapatkan suntikan modal ia bisa beralih ke model penggemukan ternak dan bergabung dalam kelompok tani.
“Setelah dapat pinjaman modal, kami tidak hanya mengandalkan sawah untuk bekerja. Justru akhirnya saya memprioritaskan penggemukan ternak sebagai lapangan pekerjaan utama. Alhamdulillah setiap bulan ada hasilnya,” imbuhnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top