Industri & Perdagangan

Petani Banyuwangi Dapat Perhargaan Satya Lencana Wirakarya

BANYUWANGI – Prestasi daerah Banyuwangi dalam mengembangkan sektor pertanian mendapat apresiasi tinggi dari Presiden Joko Widodo. Untuk itu, Presiden Jokowi memberikan sebuah penghargaan Satya Lencana Wirakarya untuk seluruh petani Banyuwangi yang diwakilkan kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

“Sektor pertanian ini sebagai penyokong terbesar perekonomian Banyuwangi dan Alhamdulillah penghargaan Satya Lencana Wirakarya ini merupakan kehormatan bagi Banyuwangi, terima kasih kepada para petani, penyuluh, dan Dinas Pertanian yang telah bersama-sama mengembangkan sektor pertanian,” kata Anas seusai mengecek lokasi yang akan dijadikan pusat Agro Expo 2017 di Banyuwangi, Minggu (7/5/2017).

Sektor pertanian di Banyuwangi merupakan salah satu sektor terpenting dalam perekonomian masyarakat. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 2015 menyebutkan, sektor pertanian menyumbang 36 persen PDRB Banyuwangi atau setara Rp 21,9 triliun.

Berbagai upaya dilakukan Banyuwangi untuk terus mengembangkan sektor pertanian, sehingga produktivitas padi Banyuwangi selalu terjaga di atas rata-rata nasional. Rata-rata produksi 6 tahun terakhir mencapai 795 ribu ton gabah.

Tak berhenti di situ, Banyuwangi juga mengembangkan kluster organik yang ditargetkan bisa mencapai 200 hektare, dengan fokus utama membidik pasar premium dan ekspor.

“Para petani juga didorong berinovasi. Salah satunya inovasi mina padi, mina jeruk, dan mina naga untuk menambah penghasilan petani, yaitu dapat panen pertanian sekaligus panen ikan,” kata Anas.

Di sektor hortikultura, pengembangan dilakukan pada berbagai komoditas. Seperti buah naga, semangka, manggis, jeruk, cabai, dan durian merah. Kementerian Pertanian juga telah memilih Banyuwangi sebagai salah satu sentra pengembangan jeruk nasional.

Banyuwangi juga menjadi sentra cabai nasional. Pada 2010, produksi cabai baru berkisar 5.997 ton, lalu melonjak 144 persen pada 2015 menjadi 14.684 ton. Adapun produksi cabai kecil di kisaran 21.000 ton.

“Kami mengembangkan irigasi hemat air agar produksi cabai berkelanjutan tanpa mengenal musim. Tahun ini Dinas Pertanian memulai tanam 10 juta bibit cabai di polybag dengan melibatkan banyak unsur masyarakat,” jelas Anas.

Selain teknis pertaniannya diperkuat, Pemkab Banyuwangi menggiatkan pembangunan infrastruktur irigasi. Sejak 2011 telah dibangun dan diperbaiki jaringan irigasi primer 3.718 km, irigasi sekunder 2.204 kilometer, dan tersier 797 kilometer. Jaringan tersebut mengairi sekitar 66.000 hektar sawah. Pada tahun ini juga dibangun 15 embung baru dengan kapasitas tiap embung 2000-5000 meter kubik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top