Nasional

Persekusi Banser Dilaporkan ke Polres Jakarta Selatan

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM – Barisan Ansor Serbaguna (Banser) NU Jakarta Selatan akhirnya melaporkan tindakan persekusi oleh orang tidak dikenal terhadap dua anggota Banser ke pihak aparat kepolisian. Pelaku mengaku sebagai jawara orang Betawi.

Untuk itu, Banser Jakarta Selatan meminta pihak aparat kepolisian untuk menangkap pelaku dan mempertanggungjawabkan tindakannya. Banser Jakarta Selatan bergerak cepat setelah beredar video yang menayangkan seseorang tidak dikenal yang menghadang dua anggota Banser yang sedang mengendarai sepeda motornya.

“Jangan ambil tindakan sendiri-sendiri,” kata Kasatkorcab Banser Jakarta Selatan Yaya Khoirudin, Rabu (11/12/2019).

Seperti vidio yang beredar di medsos, pelaku menghardik dan meminta korban menunjukkan kartu identitas penduduk (KTP) untuk mengetahui agama korban. Pelaku juga meminta korban untuk bertakbir sebagai bentuk identitas keislaman yang diyakininya.

Pelaku juga mengeluarkan kata-kata kasar dengan menyebut korban sebagai ‘Anjing dan kafir’ karena menolak membaca takbir. Pelaku juga membawa-bawa identitas etnis dan jawara Betawi untuk menunjukkan superioritasnya di depan korban.

Ia mengancam korban. “Monyet’, mana KTP lu? Gua mau lihat, lihat. Mana sini? Ngapain di Jakarta, tanah gua Betawi. Lu mau ngapain? Lu takbir dulu ama gua. Lu Islam bukan? Ya udah takbir. Kata Banser,”Untuk apa takbir?” Jawara itu lalu bilang, ‘Kafir dong lu? Ntar dulu. Lu takbir dulu kalau Muslim. Orang Islam itu harus takbir.

Banser itu lalu kembali menjawab,”Untuk Islam itu cukup membaca kedua kalimat syahadat!” Si jawara ngomel lagi,”Lu nggak usah ngajarin gua. Ntar dulu. Lu nggak bisa pulang, enak aja. Anjing lu,” hardik pelaku dalam video berdurasi 1.02 menit itu.

Tindakan persekusi terhadap Banser ini terjadi pada Selasa (10/12/2019) di Jalan Ciputat Raya, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Korban belakangan diketahui berasal Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Banser pada salah satu kecamatan di Depok.

Tindakan persekusi ini cukup disesalkan. “Ini sudah palanggaran. Kenapa membawa-bawa unsur SARA? H Bendot (tokoh masyarakat Betawi) juga menyayangkan penyebutan etnis Betawi dalam kasus ini.

Pada Rabu (11/12) siang ini, Ketua PC GP Ansor Jaksel, Sekcab GP Ansor Jaksel, Kasatkorcab Banser Jaksel, Ketua PC GP Ansor Depok, dan korban masih di Polres Jaksel. Sekjen PP GP Ansor Gus Adung juga mendukung agar diusut tuntas. Ini kasus sudah menasional,” kata Ketua PR GP Ansor Pondok Pinang Abdurrahman.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top