Investasi

Perlu Dukungan Investor Asing Guna Wujudkan Nol Emisi Karbon

Perlu Dukungan Investor Asing Guna Wujudkan Nol Emisi Karbon
Wakil Ketua DPR RI, Rachmat Gobel/Foto: Anjasmara

TOKYO, SUARAINVESTOR.COM-Persoalan nol emisi karbon tidak bisa diselesaikan oleh Kementerian Kehutanan saja. Namun harus bersama kementerian lain seperti Kementerian Perindustrian dan Kementerian Keuangan, karena turut menyangkut anggaran. “Nah, di sini makanya perlu Komisi VI DPR RI. Kebijakan apa yang bisa diberikan kalau kita butuh investor dari luar,” kata Wakil Ketua DPR RI, Rachmat Gobel dalam diskusi Forestry Investment Dialogues 2022 di Tokyo, Jepang, Selasa (2/8/2022).

Selain itu, kata Politisi Nasdem, perlu juga dukungan dari pihak asing untuk berinvestasi pada upaya Indonesia mewujudkan nol emisi karbon tahun 2060. “Harus ada insentif yang menarik. Jangan hanya dari tambang saja kita kasih insentif tax holiday dan sebagainya, tapi untuk hutan juga harus ada,” jelasnya.

Rachmat Gobel menyampaikan apabila dapat dibuat sebuah konsep atau desain dan ekosistem baru bagi investasi di bidang kehutanan, maka akan berdampak tidak hanya bagi hutan namun juga kesejahteraan rakyat. “Dan ini juga bisa mendorong investasi di sektor lain,” ujarnya.

Menurut Gobel, Indonesia perlu mendengar masukan dari para investor terkait hal ini, tidak terkecuali para pengusaha Jepang. “Kalau bisa kita selesaikan ini dua tahun. Apa-apa saja yang menghambat. Di mana persoalan-persoalan yang ada,” ungkapnya lagi.

Mantan Mendag ini meyakini kerja sama Indonesia dengan Jepang akan berdampak besar bagi upaya mewujudkan net emisi karbon Indonesia, yang akan berkontribusi besar pagi perubahan iklim dunia. “DPR harus berperan, harus proaktif, untuk bisa mendukung apa yang akan dilakukan pemerintah. Sehingga apa yang kita harapkan bisa kita wujudkan untuk kemaslahatan rakyat Indonesia dan dunia,” terang dia.

Lebih lanjut Gobel menambahkan komitmen Indonesia menuju net zero emissions atau nol emisi karbon tahun 2060, perlu dibahas bersama secara tuntas. Karena kebijakan tersebut menyangkut kepentingan dunia. “Kalau kita bicara iklim, climate, ini penting untuk kita bahas. Kita bukan hanya sekadar membahas, tapi apa tindak lanjut ke depan, karena ini akan berpengaruh juga tidak hanya masalah hutan, tapi juga masalah pertanian, karena ada krisis pangan akibat geopolitik global,” pungkasnya. ***

Penulis   :   Iwan Damiri
Editor     :   Kamsari

 

 

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top