Property

Pengabdian Prodi PKK UNJ, Jadikan Desa Wisata Cisaat Terima Kunjungan Wisatawan 

Pengabdian Prodi PKK UNJ, Jadikan Desa Wisata Cisaat Terima Kunjungan Wisatawan 
Prastiti Laras Nugraheni Sedang Memberikan Materi CHSE/Foto: Anjasmara-Chandra

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Pandemi yang terjadi di Indonesia memberikan dampak yang besar bagi pariwisata Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan PHRI (8/4/2020), 232 desa wisata ditutup, 180 lokasi destinasi wisata ditutup, 1500 unit hotel ditutup, 11.125 unit usaha pariwisata terkena dampak covid-19 dan hal tersebut menyebabkan 68.028 orang jumlah pekerja informal di sektor pariwisata kehilangan pendapatannya.
Oleh karena itu Program Studi Pendidikan Kejahteraan Keluarga Universitas Negeri Jakarta (UNJ) merasa perlu membantu masyarakat untuk bersama-sama membangun kembali pariwisata Indonesia.

Mulyati, Spd, Msi memberikan Pelatihan Materi Housekeeping/Foto: Anjasmara

Mulyati, Spd, Msi memberikan Pelatihan Materi Housekeeping/Foto: Anjasmara

Pariwisata Indonesia saat ini perlu dilakukan pembenahan mengikuti perubahan yang terjadi akibat pandemi, khususnya terkait protokol kesehatan untuk menjamin wisatawan tetap dapat berwisata secara aman dan sehat.

Salah satunya melalui penerapan Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) yang digalakkan oleh pemerintah dalam rangka melaksanakan protokol kesehatan bagi masyarakat produktif untuk pencegahan dan pengendalian Covid-19 dan penerapan housekeeping yang benar agar tercipta lingkungan yang bersih.

Program Studi Pendidikan Kesejaheraan Keluarga Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada tanggal 11-16 September 2021 kembali melaksanakan Program Pengabdian Pada Masyarakat yang merupakan implementasi Tri Dharma perguruan tinggi kepada para pengelola desa wisata dan Kelompok Sadar Wisata Desa Cisaat, Kecamatan Ciater Kabupaten Subang Jawa Barat.

Para Dosen dan Mahasiswa Terjun Langsung Ke Lapangan/Foto: Anjasmara-Chandra

Tim  Dosen dan Mahasiswa UNJ Kompak Terjun Langsung Ke Lapangan/Foto: Anjasmara-Chandra

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui pelatihan housekeeping dan CHSE homestay dalam rangka menyiapkan kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Cisaat Subang di masa pandemi. Desa wisata Cisaat Subang adalah salah satu desa yang menjadikan wisata khususnya wisata edukasi sebagai salah satu sektor penggerak ekonomi masyarakatnya.

Pemberian Materi Pelatihan Housekeeping

Pemberian Materi CHSE

Desa Cisaat merupakan Desa Wisata yang sedang mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat. Desa ini termasuk dalam kategori desa wisata rintisan, sehingga diperlukan pengembangan khususnya pengembangan kelembagaan dan sumber daya manusianya.

Materi Pelatihan CHSE/Foto: Anjasmara-Chandra

Nurlaila, AM, M.Kes Memberikan Sambutan Kegiatan Pengabdian PKK UNJ/Foto: Anjasmara

Desa Cisaat secara usia tergolong baru dalam konteks wisata pedesaan, oleh karena itu diperlukan pengembangan khususnya di bidang sumber daya manusianya.

Sumber daya manusia yang berperan penting dalam kegiatan wisata di desa wisata Cisaat adalah seluruh masyarakat yang terlibat dalam aktivitas wisata di desa seperti pemandu lokal, pemilik homestay, penyedia jasa konsumsi dan sebagainya.

Dengan meningkatnya kualitas sumber daya manusia dalam bidang kepariwisataan maka diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan yang tentunya akan berdampak secara langsung bagi kesejahteraan masyarakat. “Desa Wisata Cisaat merupakan desa binaan Universitas Negeri Jakarta.”

Pada 2020 berkat keterlibatan Program Studi Perjalanan Wisata mengahantarkan Desa Cisaat meraih Juara Ketiga dalam program apresiasi perguruan tinggi terbaik dalam pendampingan desa wisata.

Disisi lain, desa ini juga sudah pernah mendapatkan fasilitas program pendampingan selama 3 tahun ini dari Kementerian Pariwisata. “Sehingga pelatihan-pelatihan yang dilakukan ini sebagai bentuk penguatan kelembagaan Desa Wisata untuk untuk kembali bisa berjalan kegiatan pariwisata setelah pandemi covid 19 selesai.”

Kepala Desa Cisaat, Suryana pada saat FGD antara civitas akademika Universitas Negeri Jakarta dengan perangkat desa serta perwakilan warga mengatakan pelatihan yang dilakukan kali ini merupakan lanjutan untuk peningkatan kemampuan SDM para penggerak wisata. “Bagi kami semua pelatihan ini sangat bermanfaat untuk Desa Cisaat. Saya mengucapkan terima kasih kepada UNJ yang selalu melalukan pendampingan kepada desanya,” jelasnya.

Senada dengan Ketua POKDARWIS, Asep Suhendi menyatakan selama ini salah satu kelemahan masyarakat desa adalah tak mampu memasarkan potensi wisata yang ada di Desa Cisaat. “Dengan adanya pelatihan yang diberikan bermanfaat untuk para pelaku wisata di Desa Cisaat.
Setelah dilakukan pelatihan CHSE dan Housekeeping yang dilakukan oleh Universitas Negeri Jakarta, pengelola homestay di Desa Wisata Cisaat berupaya menerapkan konsep CHSE dan housekeeping yang benar sehingga Desa Wisata Cisaat kini siap untuk menerima wisatawan di masa pandemi. ***

Penulis  :  Iwan Damiri

Editor    :  Chandra

 

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top