Headline

Penerbangan Domestik Kemungkinan Normal 2021

Angkasa Pura II/Kompas.com

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM— Aktivitas pergerakan penerbangan domestik diprediksi kembali normal pada pertengahan 2021. Namun berdasarkan asumsi ICAO dan IATA, kemungkinan trafik internasional kembali normal sekitar akhir 2022. “Kalau kita bicara Indonesia sedikit berbeda karena Soekarno-Hatta ini hub domestik, trafik domestik sangat tinggi. Mudah-mudahan doa kita semua paling tidak trafik domestik sampai pertengahan tahun depan sudah seperti tahun lalu,” kata Dirut PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin di Jakarta, Kamis, (16/7/2020).

Lebih jauh Awaluddin menjelaskan hanya saja hal itu tergantung bagaimana masyarakat dan seluruh pihak menyikapi pandemi Covid-19 dan kepatuhan terhadap penerapan protokol kesehatan.

Menurut Awaluddin, selama pandemi Covid-19, industri penerbangan melakukan sejumlah langkah bisnis agar bisa tetap berjalan, yakni dengan memanfaatkan slot penerbangan, mengaktifkan rute atau destinasi baru, dan memperbanyak frekuensi. “Bagaimana memaksimalkan utilisasi slot tugasnya bandara, alat produksi di bandara bagaimana suplai transportasi udara disiapkan. Kalau siap, kemudian bicara demand (permintaan), ini ada di teman-teman maskapai. Kita akan dorong bagaimana menambah frekuensi terbang,” terangnya.

Awaluddin mengungkapkan sebelumnya harus ada bagaimana kesiapan rute-rute destinasinya. “Masih banyak rute yang sebelumnya diterbangi sekarang dalam cancelled operation bisa karena kesiapan bandara di sana belum siap,” tuturnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan untuk menarik permintaan baik pihak bandara maupun maskapai wajib menjamin kepada calon penumpang bahwa penerbangan aman dari infeksi virus.“Satu hal bagaimana pelaku industri ini menggelorakan safe travel campaign. Orang harus bisa bepergian, melaksanakan tugas-tugasnya dengan jaminan traveling mereka safe.

Operasi-operasi di bandara harus menjaminkan kegiatan yang aman, bagaimana di bandara sangat ketat mengatur physical distancing, sanitizing, hygiene, terbebas dari banyak hal tertransmisinya virus. Bandara harus menjadi titik yang tidak memiliki risiko,” katanya.

Namun Awaluddin mengungkapkan upaya tersebut tidak bisa dilakukan sendiri, harus ada sinergi baik itu pemangku kepentingan, seperti Kemenhub, Kemenkes, maupun mitra seperti maskapai dan operator navigasi penerbangan. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top