Nasional

Pembuat Formulir C1 Palsu Harus Berhadapan dengan Hukum

JAKARTA, Terkait penemuan salinan formulir C1, yang didudga palsu, PDIP menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian dan Bawaslu untuk memprosesnya dan hukum harus ditegakkan.

“Jika ditemukan unsur pidana, polisi harus bertindak cepat menangkap para pelakunya. Apalagi, ada upaya-upaya mencoba mengganggu dari seluruh kredibilitas penyelenggara pemilu. Mereka yang menciptakan C1 palsu akan berhadapan dengan aparat penegak hukum dan rakyat,” tegas Hasto di, Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Menurut Hasto, tindakan seperti itu tidak bisa ditoleransi lantaran mengganggu jalannya tahapan pemilu 2019. Saat ini pemilu memasuki tahapan rekapitulasi suara.

Karena itu kata Hasto, dibutuhkan situasi politik yang kondusif agar KPU bisa menjalankan proses rekapitulasi secara baik dan benar.

“Kita tidak boleh memberi toleransi terhadap berbagai upaya dan gerakan yang menghasut rakyat, menciptakan provokasi yang mengganggu ketentraman dan keamanan kita,” ujarnya.

Sebelumnya, Bawaslu Jakarta Pusat menerima laporan dari Polres Jakarta Pusat mengenai penemuan dua kardus berisi formulir C1 asal Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Dua kardus form C1 itu ditemukan oleh Polres Jakarta Pusat saat tengah melakukan operasi lalu lintas di Menteng pada Sabtu (4/5/2019) lalu.

Saat itu, petugas kepolisian memberhentikan salah satu mobil berjenis Daihatsu Sigra. Bawaslu belum bisa memastikan apakah form C1 tersebut asli atau hanya salinan. Pihaknya masih dalam proses investigasi dan penelusuran lebih lanjut. Sementara itu, Kordiv SDM Bawaslu Jakarta Pusat, Roy Sofia Patra Sinaga, menyebut, ribuan formulir tersebut diduga memuat catatan perolehan suara yang berbeda dengan hasil rekapitulasi di TPS. Formulir ini diduga menguntungkan pasangan calon nomor urut 02.

“Yang kardus putih 2.006 C1 salinan, yang kardus coklat 1.671. Menguntungkan 02. Dugaan perbedaan catatan formulir C1 dengan hasil rekapitulasi suara di TPS didapat setelah melakukan pengecekan penghitungan suara yang ada di situs KPU. Dari situ, diketahui bahwa catatan yang dimuat di formulir C1 tersebut angkanya berbeda dan terbalik-balik. “Kita cek di situs KPU, beda, terbalik-balik,” pungkas Roy.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top