Nasional

Pembentukan Lembaga Baru Tidak Bertentangan dengan Semangat Efisensi Presiden

JAKARTA- Sejumlah pihak mempertanyakan sikap Presiden Joko Widodo terkait pembubaran dan pembentukan lembaga negara. Sebab, di satu sisi presiden membubarkan 19 lembaga negara selama dua tahun kepemimpinanya karena alasan efisiensi, tetapi di satu sisi presiden juga membentuk lembaga baru yang dinilai akan membebani anggaran negara.

Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi SP membantah pembentukan lembaga baru seperti tiga badan baru yaitu Unit Kerja Pemantapan Pancasila, Dewan Kerukunan Nasional dan Badan Siber Nasional bertentangan dengan semangat efisensi anggaran yang sedang digalakkan Presiden Jokowi.

“Yang (dibubarkan) lembaga yang tumpang tindih. Itu yang dimaksud (inefisiensi). Bukan berarti enggak boleh ada lembaga baru,” kata Johan Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (20/1/2017).

Menurutnya, pembentukan tiga lembaga baru itu dibutuhkan oleh pemerintah. Sementara, lembaga-lembaga yang sudah dan dibubarkan dinilai memiliki fungsi yang sudah dikerjakan oleh lembaga atau kementerian lainnya.

HIngga saat ini, mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini mengatakan, pembentukan tiga badan baru tersebut masih dalam proses. Tiga badan baru tersebut dibentuk untuk membantu akselerasi kinerja pemerintah seperti Badan Siber Nasional dibentuk pemerintah untuk menangkal informasi yang tidak akurat dan hoax di internet.

Badan ini juga berfungsi menangkal informasi yang bersifat penyebaran paham radikalisme. Pembentukannya sedang digodok di Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan.

Unit Kerja Pemantapan Pancasila akan membantu Presiden Jokowi dalam mengoordinasikan, mensinkronkan dan mengendalikan pelaksanaan ideologi Pancasila di tengah masyarakat. Sedangkan, Dewan Kerukunan Nasional dibentuk untuk menyelesaikan masalah di tengah masyarakat melalui musyawarah mufakat sebelum masuk ke jalur hukum. “Semuanya masih digodok. Perpresnya belum keluar,” kata Johan Budi.(har/TKP)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top