Nasional

PDIP Cabut Dukungan Marianus

JAKARTA- Meski telah mencabut dukungan Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Marianus Sae karena tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi, namun DPP PDI Perjuangan tidak dapat mengganti pasangan calon yang telah didaftarkan.

Pasalnya, pasangan calon Marianus Sae-Emelia J. Nomleni (Marianus-Emi) yang diusung koalisi PDI-P 10 kursi dan PKB 5 kursi, telah resmi ditetapkan sebagai pasangan calon bersama tiga paslon lainnya. KPU Provinsi NTT telah menetapkan secara resmi empat paslon termasuk Marianus-Emi sebagai paslon dalam Pilgub NTT di Pilkada Serentak 2018.

“Atas dasar hal tersebut, PDI Perjuangan menegaskan bahwa representasi partai adalah Emelia Nomleni, sosok Ibu yang tampilannya begitu sabar, kader senior, sangat sederhana, dan mampu hadir menampilkan karakternya untuk menjadi pemimpin yang baik. NTT memerlukan sosok Emelia, guna menghadapi berbagai karut marut persoalan korupsi tersebut,” kata Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Jakarta, Senin (12/2/2018).

Seperti diketahui UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota (UU Pilkada) menyebutkan persyaratan calon kepala daerah tidak ada yang menyebutkan bahwa calon kepala daerah tidak boleh berstatus sebagai tersangka.

Yang dipersyaratkan hanyalah calon kepala daerah tidak pernah sebagai terpidana berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Dengan demikian, Marianus Sae tetap dapat mengikuti pilkada. Apabila paslon tersebut menang kemudian yang bersangkutan diputus pengadilan bersalah maka wakilnya yang akan menggantikan. Selanjutnya, partai pengusung mengajukan calon sebagai calon gubernur pengganti.

Dengan ketentuan tersebut, menurut Hasto maka PDIP meminta kepada seluruh kadernya di NTT terus melalukan konsolidasi, menjaga soliditas partai. “Apa yang terjadi saat ini, menjadi ujian bagi partai untuk terus memberikan dukungan pada Emelia Emi,” kata Hasto.

Dalam menyikapi pilkada di NTT, PDI Perjuangan terus mencermati persoalan tersebut untuk mencari motif-motif politik dibalik persoalan tersebut. “Dengan demikian kepentingan PDI Perjuangan di NTT adalah penguatan kepemimpinan Emelia Nomleni. Partai akan terus mencermati dinamika politik pilkada tersebut,” tegas Hasto.

KPK menetapkan Marianus Sae sebagai tersangka kasus suap proyek jalan di Nusa Tenggara Timur. Marianus selaku Bupati Ngada ditetapkan sebagai tersangka bersama-sama Dirut PT Sinar 99 Permai, Wilhelmus Iwan Ulumbu.

Marianus menerima suap dari Wilhelmus terkait sejumlah proyek jalan di Kabupaten Ngada. Proyek jalan tersebut senilai Rp 54 miliar. Marianus menjanjikan proyek-proyek jalan tersebut dapat digarap oleh Wilhelmus Iwan Ulumbu.

Sementara Marianus disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(nto)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top