Nasional

PDIP Belum Putuskan Bantuan Hukum Kasus e-KTP

JAKARTA – Kasus korupsi e-KTP akan segera disidangkan di Pengadilan Tipikor pada Kamis (8/3/2017). Karena itu PDIP berharap KPK dapat mengusut tuntas secara obyektif, cermat, dan profesional. Khusus untuk kader PDIP yang terlibat, partai belum memutuskan memberikan bantuan hukum.

“Kami berharap KPK bertindak secara objektif, cermat, dan profesional. Soal apakah PDIP akan memberikan bantuan hukum bagi kadernya yang terlibat, PDIP belum membicarakan hal itu. Sebab, proses peradilan baru akan berlangsung pada Kamis (9/3/2017) ini,” tegas Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno pada wartawan di Jakarta, Rabu (8/3/2017).

PDIP kata Hendrawan, masih pada tahap mencermati konstruksi hukum perkara ini. “Jadi belum tahu pasti siapa-siapa yang akan terjerat karena nama-nama yang muncul di media baru disebut-sebut. Bisa saja penyebutan itu hanya mencatut,” kata Hendrawan.

KPK telah melimpahkan berkas perkara e-KTP itu ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta pada Rabu (1/3) lalu. Berkas itu setebal 24 ribu halaman, yang nantinya akan disarikan dalam surat dakwaan.

Berkas itu terdiri dari 13 ribu lembar berkas untuk Sugiharto, yang berasal dari 294 saksi dan 5 ahli, serta 11 ribu lembar untuk Irman, yang berasal dari 173 saksi dan 5 ahli.

Nama anggota DPR yang dipanggil KPK terkait kasus e-KTP yakni(nama-nama itu didapat dari penelusuran detikcom dari jadwal pemeriksaan KPK, nama-nama itu ada yang datang menghadiri pemeriksaan, ada pula yang tidak hadir.

Mereka antara lain Setya Novanto (Golkar), Anas Urbaningrum, M Nazaruddin (Demokrat), Agun Gunandjar (Golkar), Ganjar Pranowo (PDIP), Ade Komarudin (Golkar), Numan Abdul Hakim (PPP), Rindoko Dahono Wingit (Gerindra), Olly Dondokambey (PDIP), Jafar Hafzah, Khatibul Umam Wiranu (Demokrat), Teguh Juwarno (PAN), Arif Wibowo (PDIP).

Taufiq Effendi (Demokrat), Chairuman Harahap (Golkar), Markus Nari, Melcias Marcus Mekeng (Golkar), Miryam S Haryani (Hanura), Jazuli Juwaini (PKS), Tamsil Linrung (PKS), Yasonna Laoly (PDIP), Mirwan Amir (Demokrat), Abdul Malik Haramain (PKB), Mulyadi (Demokrat), Djamal Aziz (Hanura), alm. Mustoko Weni (Golkar), Ignatius Mulyono (Demokrat).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top