Industri & Perdagangan

Pasar Ikan Teri Lampung Mampu Gerakkan Ekonomi Daerah

Anggota DPR Sudin bersama Frans A Mulia melakukan tanya jawab dengan kelompok nelayan di Pulau Pasaran, Teluk Betung, Lampung. Pulau ini merupakan penghasil ikan teri nomor satu di Indonesia dan juga melayani ekspor hingga ke mancanegara.Bambang Tri P/Sorotnews.co.id

BANDAR LAMPUNG-Market share ikan teri Lampung ternyata mayoritas masuk Jakarta. Bahkan diprediksi pasokan dari Lampung ini mencapai 80%. Apalagi jarak Lampung-Jakarta tidak terlalu jauh. “Sebagian besar memang masuk Jakarta. Perkiraan sih, pasokan ikan teri ini mencapai 80%,” kata anggota Komisi IV DPR Sudin dalam kunjungannya ke Pulau Pasaran, Kotakarang, Telukbetung Timur, Bandar Lampung, Sabtu (16/9/2017).

Dikatakan Sudin, puluhan pelaku UMKM ikan teri Lampung boleh dikatakan bukan hanya aset daerah, namun juga sebagai aset nasional yang mampu menggerakan ekonomi. “Perputaran ekonomi di sekitar sini bisa mencapai miliar rupiah per hari,” tambahnya.

Sayangnya, ikon ikan teri Lampung imajenya kalah dengan Teri Medan. Padahal semestinya tidak ada istilah ikan teri Medan. Yang ada adalah teri asal Lampung. Bahan dasar produk yang selama ini dikenal dengan sebutan teri Medan sejatinya berasal dari Lampung yang dikumpulkan nelayan Pulau Pasaran. Hanya memang, pengelolaan teri ini kali pertama dilakukan di provinsi Sumatra Utara. “Sejarahnya dulu kenapa dinamakan teri Medan karena dulu dibuatnya di Sibolga, Sumatra Utara. Barulah sekitar tahun 1970 Lampung mulai bisa mengolahnya,” sebut Sudin kepada awak media.

Lanjut Sudin, dirinya berani mengkalim hal ini lantaran perintis pengelolaan teri ini di Lampung tidak lain berasal dari keluarganya. “Dulu itu di Lampung yang pertama mengolahnya kakak saya, di Kualapenat, Lampung Timur. Saat mulai diolah di Lampung, namanya tidak dirubah (tetap teri Medan). Tapi, saat ini kalau di Lampung dinamakan teri nasi walau tetap banyak yang menyebutnya teri Medan,”ujarnya.

Menurut sejarah tersebut, dirinya mengajak semua pihak terkait untuk mematenkan bahwa teri Medan adalah teri asal Lampung. “Bersama Dinas Kelautan Bandarlampung kami sepakat akan merubah image bahwa itu bukan teri Medan, tapi teri Nasi asal Lampung,” tandasnya.

Sementara itu, Abdul Azis pengusaha UMKM Ikan Teri Pula Pasaran mengaku rata-rata produksi ikan teri kering sekitar satu ton hingga dua ton per hari. “Harga teri bervariasi mulai dari Rp50.000/kg hingga Rp80.000/kg. Jadi kalau dua ton saja, sehari Rp160.000.000,” ujarnya kepada wartawan.

Abdul Azis yang asal Indramayu mengaku sudah 30 tahun menjadi pengusahan ikan teri Lampung. Pihaknya bersyukur mendapat perhatian dari Pemkot Lampung dan DPR. “Soal kualitas ikan teri Lampung makin bagus sekarang, pasarnya terjaga, terutama ke Jakarta,” tambahnya.

Ditanya soal tenaga kerja, Azis menambahkan biasanya diambil dari tenaga lokal. “Rata-rata 16 orang buruh laki-laki dan 15 orang perempuan. Tapi itu tergantung kebutuhan di lapangan,” terangnya lagi. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top