Nasional

Partai Gelora Tolak Ambang Batas Parlemen 7 Perden

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM— Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia mendukung parliamentery threshold (PT) sebesar 4 persen, karena jumlah itu dinilai sudah mewakili seluruh elemen masyarakat Indonesia. Tapi kalau 7 persen pasti akan banyak suara rakyat yang hilang. “Misalnya ada 15 parpol peserta pemilu di pemilu 2024, saya yakin hanya 5 parpol yang akan lolos PT atau masuk DPR RI. Sehingga 10 parpol lainnya akan gagal masuk parlemen. Padahal kalau suaranya dijumlahkan sangat besar,” tegas Ketua Umum DPN Partai Gelora Indonesia, Muhammd Anis Mattasaat launching aplikasi Partai Gelora secara virtual di Jalarta, Minggu (19/7/2020).

Dalam peluncuran aplikasi tersebut Anis Matta didampingi Waketum Gelora Fahri Hamzah dan Sekjen Mahfuz Sidik serta dihadiri 34 DPW seluruh Indonesia.

Lebih lanjut Anis mengatakan besaran PT 4 persen itu sudah ideal, karena tak akan banyak suara rakyat yang terbuang. “Dengan 4 persen saja sekitar 13 juta suara terbuang sia-sia di pemilu 2019 lalu,” ungkapnya.

Partai Gelora sendiri optimis akan lolos ke DPR RI. Karena itu, saat ini akan fokus menyusun struktur dan konsolidasi partai dari pusat hingga daerah. Dimana kepengurusan yang belum rampung hanya 32 kabupaten/kota dari 514 yang masih dalam penyusunan struktur kepartaian.

Selanjutnya Gelora menargetkan merekrut 10 juta anggota sekeligus pemilih hingga 2023 mendatang. “Kita akan melakukan rekrutmen anggota secara masif dan terbuka hingga April 2023 dan mencatatkan 10 juta anggota di tingkat provinsi, kabupaten/kota,” jelas Anis.

Saat ini jumlah penduduk Indonesia mencapai 272 juta dan 175 juta-nya sebagai pemilih, dan sekitar 160 juta merupakan pemilih yang aktif di sosial media (sosmed). “Kalau kita proyeksikan 2024, jumlah penduduk 285 juta, maka pemilihnya 196 juta, dan pengguna sosmed akan bertambah banyak.

“Mereka itu merupakan pemilih potensial, sehingga itulah pentingnya beradaptasi dengan budaya baru,, budaya digital” tambah Anis.

Sementara itu dalam pilkada serentak 9 Desember 2020 nanti, Partai Gelora tidak terlibat karena bukan peserta pemilu 2019. Sehingga belum memiliki legal standing untuk ikut pilkada tersebut. “Tapi, Partai Gelora pasti akan ikut mendukung para calon kepala daerah yang sejalan dengan perjuangan Gelora,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top