Nasional

Panja Terorisme Sedang Gogok Pengertian Terorisme

JAKARTA – Menanggapi Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto yang menyayangkan hingga kini DPR masih berdebat soal istilah terorisme tersebut, ketua panita kerja (Panja) RUU Terorisme Muhammad Syafii menegaskan bahwa pengertian terorisme masih digodok dan dirumuskan.

“Panja masih merumuskan. Soal sampai kapan pembahasan definisi terorisme disepakati? Panja sepakat untuk menunda pengertian terorisme sampai pasal-pasal lainnya rampung dibedah. Kami sepakat untuk menunda karena cakupannya sangat luas. Jadi diselesaikan dulu pasal-pasalnya, nanti baru dirumuskan definisinya,” tegas politikus Gerindra itu pada wartawan di Jakarta, Senin (29/5/2017).

Menurut Syafii pihaknya tidak mempersoalkan pengertian terorisme yang belum rampung tersebut, karena setiap UU itu ada definisinya. “Nggak ada UU yang nggak ada definisinya,” ujarnya.

Menurut Syafii ada beberapa kendala teknis sehingga undang-undang ini belum terselesaikan. Pembahasannya memang terus dilaksanakan secara maraton, cuma kan yang perlu dipahami itu hari-hari Panja itu kan cuma hari Rabu dan Kamis, di luar hari itu tidak ada hari Panja. “Jadi terkadang di hari itu paripurna, maka terkendala hari libur, sehingga pembahasannya maraton,” kata Syafii.

Syafii menjelasakan bahwa Panja DPR dan pemerintah sangat serius namun menerapkan prinsip kehati-hatian dalam membahas revisi UU Antiterorisme. Saat ini menurutnya masih ada beberapa hal yang harus disempurnakan di dalam RUU tersebut, tidak ada perdebatan kontroversial.

“Perdebatan tidak ada sudah tinggal mencari penyempurnaan saja, misalnya bagaimana yang lebih baik, bagaimana yang lebih sempurna,” kata Syafii.

Misalnya lanjut Syafii, soal definisi terorisme yang awalnya menjadi perdebatan kini disepakati untuk ditunda sambil menunggu pasal-pasal lain rampung. Setelah itu baru nanti rumusan definisi terorisme akan disepakati.

Defininsi terorisme itu disepakati untuk ditunda karena kita mau melihat dulu pasal-pasalnya dari situ kita bisa lihat gambaran teroris itu apa? Artinya tidak ada perdebatan karena belum bisa dirumuskan, tapi harus ada rumusannya, makanya supaya tidak tambal sulam, diselesaikan dulu pasal-pasalnya baru nanti di rumuskan.

RUU terorisme ini ditargetkan rampung tahun 2017 ini. Menurut Syafii, pembahasan RUU terorisme ini cukup baik karena hampir selesai dalam setahun. “Target tahun ini selesai. Kita baru bahas ini satu tahun, ada yang UU itu sampai 10 tahun, UU KUHP itu 30 tahun tidak selesai-selesai, kita ini baru setahun sudah hampir selesai kan hebat, kita di paripurnakan Februari tahun lalu, baru di susun kepemimpinannya ketua, wakil ketua bulan April, Mei baru pembahasan kan baru setahun,” jelasnya.

Sebelumnya, Wiranto menyayangkan hingga kini DPR masih berdebat soal istilah terorisme. Padahal para pelaku teror sudah menjalankan aksinya. Menurut Menkopohukam itu, yang terpenting saat ini adalah bukan berdebat soal definisi terorisme, tetapi bagaimana melawan pelaku teror itu secara total.

“Sudah jelas terorisme definisinya adalah kekuatan yang tujuannya untuk menunjukkan eksistensinya dengan cara-cara yang sangat kejam, membunuh orang, membuat orang, masyarakat menjadi kacau panik dan ketakutan. Jadi, saya definisi itu gampang tidak terlalu urgent, artinya jangan diperdebatkan,” kata Wiranto.

Presiden Joko Widodo sebelumnya juga mendesak DPR untuk segera merampungkan pembahasan revisi Undang-undang nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Harapannya dengan UU Antiterorisme yang baru kejadian seperti teror bom di Kampung Melayu dapat dicegah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top