Nasional

Pagar Nusa NU Apresiasi PBB Tetapkan Pencak Silat Warisan Budaya

JAKARTA, Setelah Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Unesco menetapkan Pencak Silat sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Untuk itu, Pagar Nusa mengapresiasi keputusan UNESCO yang menetapkan Pencak Silat sebagai Warisan Tak Benda tersebut.

“Ini berarti, Pencak Silat diakui sekaligus ditegaskan sebagai warisan penting untuk dunia. Saya meyakini, kemampuan pencak silat akan menjadi benteng diri yang efektif dari ideologi-ideologi radikal dan terorisme. Sehingga Pencak Silat penting untuk mencegah persebaran ideologi radikal, dan ekstremisme,” tegas Ketua Umum PP Pagar Nusa, Muchamad Nabil Haroen (Gus Nabil) di Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Menurut Gus Nabil, para pendekar yang menguasai kemampuan pencak silat, akan bisa menjaga diri, mengontrol emosi, mengamankan keluarga dan lingkungan, serta mencegah tersebarnya virus radikalisme dan ekstremisme di komunitas masing-masing.

“Di Pagar Nusa, kemampuan ini akan utuh karena mengintegrasikan olah fisik, ketahanan mental, dan kematangan spiritual,” kata Gus Nabil.

Pagar Nusa kata Gus Nabil, sebagai pencak silat Nahdlatul Ulama (NU) selama ini konsisten menjaga keutuhan NKRI dan menyebarkan Islam yang moderat dan damai.

“Pagar Nusa selama ini menjadi institusi di bawah komando Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), berkontribusi untuk mengawal Islam moderat, menjaga perdamaian dan menyebarkan nilai-nilai welas asih (rahmah/compassion) kepada warga Indonesia, dan selanjutnya kepada masyarakat dunia internasional,” ujarnya.

Dikatakan, Pagar Nusa memiliki anggota jutaan pendekar yang tersebar di penjuru Indonesia dan lintas negara, semisal Malaysia, Hongkong, China, Taiwan, Mesir, Aljazair, serta beberapa negara Eropa.

Mereka, sebagai pendekar Pagar Nusa ini menjadi agen perdamaian, dalam tugasnya mereka sebagai pelajar, dosen, peneliti dan pekerja profesional. “Nah, ke depan Pagar Nusa harus lebih mengintensifkan persebaran jaringan dengan melatih generasi muda Indonesia, dari tingkat dasar hingga mahasiswa,” jelasnya.

Bahkan Pagar Nusa, telah bekerjasama dengan LP Maarif NU, dan ke depan menjalin kerjasama dengan Kemendikbud, sebagai bagian dari pembentukan karakter bangsa melalui generasi muda.

“Dengan pembekalan Pencak Silat Pagar Nusa, generasi kita akan kuat dalam fisik, mental dan spiritual, hingga siap dan adaptif dengan revolusi 4.0 dan society 5.0,” pungkasnya.

Sebelumnya PBB mengukuhkan Pencak Silat Nusantara sebagai warisan penting untuk dunia, seperti keterangan dari Kedutaan Besar Indonesia di Bogota, Jumat (13/12/2019), pencak silat ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda dalam sidang Ke-14 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage, yang berlangsung di Bogota, Kolombia, 9-14 Desember 2019.

Pada sidang itu, Pencak silat dianggap memiliki seluruh elemen yang membentuk warisan budaya tak benda. Pencak silat terdiri dari tradisi lisan; seni pertunjukan, ritual dan festival; kerajinan tradisional; pengetahuan dan praktik sosial serta kearifan lokal.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top