Nasional

OSO: Kalau Mau Memimpin Bangsa HMI Wajib Kawal Pancasila

JAKARTA, Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang (OSO) menegaskan jika kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ingin menjadi pemimpin bangsa di masa depan, maka HMI wajib mengawal empat pilar kebangsaan. Yaitu, Pancasila, UUD NRI 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kalau HMI kosisnten dan komitmen mengawal empat pilar MPR RI itu, maka yang akan menjadi pemimpin di masa mendatang adalah kader-kader HMI. Apalagi organisasi kemahasiswaan yang paling solid dan dapat dipercaya adalah HMI,” demikian OSO ketika membuka ‘Silaturrahmi Nasional Pimpinan HMI Seluruh Indonesia dan Dies Natalis 70 Tahun HMI’ di Gedung MPR RI Jakarta, pada Jumat (10/2/2017) malam.

Hadir antara lain Sekjen MPR RI Ma’ruf Cahyono, Ketua Umum PB HMI Mulyadi P. Tamsir, Ketua Umum Kohati PB HMI Farihatin, dan seluruh pengurus cabang HMI seluruh Indonesia.

Menurut OSO, pada Jumat ini adalah hari kebangkitan HMI, maka HMI harus mendukung dan menyosialisasikan empat pilar kebangsaan tersebut. “Itu penting. Karena saat ini ada HMI yang mendukung, ada yang setengah mendukung, dan ada yang tidak mendukung. Jadi, jangan sampai ada dusta diantara kita dalam berbangsa dan bernegara ini,” ujarnya.

Namun demikian kata OSO, bukan berarti pemerintah ini menolak kritik, karena koreksi itu diperlukan. Hanya saja harus proporsional, obyektif, konstruktif dan solutif. Terlebih di tengah dahsyatnya berita-berita bohong, hoax belakangan ini. Sehingga mengawal Pancasila, UUD 1945, Kebhinnekaan, dan NKRI menjadi suatu keniscayaan. “HMI juga harus konsisten menjalankan AD/ART-nya. Sama halnya dalam bernegara ini harus konsisten mengawal empat pilar kebangsaan,” ujarnya.

Karena itu kata OSO, dirinya bangga dengan Presiden Jokowi yang selalu turun ke lapangan untuk mendengar aspirasi rakyat. Seperti kebakaran langsung turun ke tengah hutan di Sumatera, dan Kalimantan. Menurunkan harga semen di Papua dari sebelumnya Rp 1.200.000,-/sack, kini sudah menjadi Rp 200.000,-/sack. Demikian pula pembangunan infrastruktur khususnya di kawasan Indonesia Timur, Sumatera, Kalimantan kini sedang berjalan.

“Tak ada rezim seperti sekarang ini. Jokowi pun disambut meriah oleh rakyat dengan meminta foto bersama. Karena itu HMI harus berpartisipasi dalam pembangunan ini dengan memainkan peran penting untuk kepentingan bangsa dan Negara. Dan, bukannya HMI menjadi alat politik tertentu,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top