Perbankan

Oktober 2023, BI Banten: Transaksi e-Commerce Capai Rp15,64 Triliun

Oktober 2023, BI Banten: Transaksi e-Commerce Capai Rp15,64 Triliun
Gedung baru KPw BI di Provinsi Banten yang berlokasi di Jalan Raya Serang-Pandeglang KM 7, Palima, Serang/Sumber Foto: Dok BI

SERANG, SUARAINVESTOR.COMBank Indonesia (BI) Perwakilan Banten mengungkapkan bahwa transaksi e-Commerce Provinsi Banten sampai Oktober 2023 telah menembus di angka Rp15,64 triliun, naik 11 persen dari 2022 silam. Pada triwulan III 2023, perkembangan transaksi digital di Banten terus mengalami pertumbuhan yang sangat positif. “Kami optimistis, perkembangan e-Commerce akan tetap tumbuh,” kata Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten, Hario K Pamungkas, di Serang, Kamis, (30/11/2023).

Lebih jauh Hario menjelaskan pada triwulan III 2023, perkembangan transaksi digital di Banten terus mengalami pertumbuhan yang sangat positif.
Hal itu, terbukti Provinsi Banten merupakan provinsi terbanyak yang menggunakan merchant QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). “Banten merupakan provinsi terbanyak nomor empat di level nasional yang menggunakan merchant QRIS,” ujarnya.

Hario merinci, hingga Oktober 2023 ini, total e-Commerce sebanyak Rp15,64 triliun dengan total transaksi QRIS sebanyak Rp4,43 triliun. Dengan tiga kategori barang yang paling banyak terjual di e-Commerce belakangan ini yaitu fashion, personal care dan kosmetik, dan juga rumah tangga dan kantor.
“Berdasarkan beberapa data di dalam negeri, kinerja e-Commerce meningkat,” paparnya.

Sebelumnya, Kepala Tim Implementasi Ekda BI Provinsi Banten, Dedi Junaedi mengaku mendukung pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui strategi pemasaran digital. “Kita dukung pengembangan UMKM ini, karena dengan Undang-undang yang baru atau UU P2SK itu, tujuannya BI ikut serta mengembangkan perekonomian berkelanjutan. Salah satunya UMKM dengan didukung melalui digital marketing,” ujarnya, Selasa, (21/11/2023).

Lebih lanjut Dedi menjelasnkan bentuk dukungan dalam mengembangkan pertumbuhan UMKM tersebut yaitu terciptanya ekosistem digital yang menyeluruh para pelaku usaha lewat berbagai program. Adapun untuk realisasi program itu, dengan pemanfaatan teknologi digital pada sektor usaha kecil menengah yang bertujuan meningkatkan kapasitas produk dan efisiensi biaya dan perluasan pasar, melalui manajemen promosi, peningkatan kualitas, dan lain sebagainya. “BI bersama pemerintah akan turun untuk membantu dalam mengembangkan UMKM itu,” tuturnya.

Selain pengembangan digitalisasi pemasaran, lanjut Dedi, upaya dukungannya adalah melalui rumusan grand design dengan tiga pilar. Yaitu, korporatisasi, kapasitas, dan pembiayaan. Seperti pilar utama korporatisasi, merupakan upaya peningkatan skala ekonomi dan nilai tambah UMKM. Kemudian pilar kedua, yakni kapasitas, fokus utamanya adalah meningkatkan kapasitas UMKM mulai dari sisi produksi, manajemen hingga pemasaran. “Peningkatan kapasitas juga mencakup asimiliasi teknologi digital untuk layanan keuangan, pembayaran hingga pemasaran,” ujarnya.

Selanjutnya, yang terakhir pilar pembiayaan yaitu memberikan pembiayaan sesuai dengan skala UMKM. Misalnya, UMKM di level bawah, mungkin perlu dapat social funding. “Untuk UMKM sendiri, BI juga nantinya akan membuat pelatihan atau memberikan pendampingan kepada para pelaku usaha atau UMKM yang potensial. Artinya mereka yang berasal dari pemerintah daerah itu akan dilakukan kurasi untuk masuk dalam pemasaran digital,” pungkasnya.***

Penulis : A Rohman
Editor   : Chandra

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top