Nasional

Oesman Sapta Yakin Harga Semen Di Papua Segera Turun

JAKARTA, Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang (Oso) percaya harga semen di wilayah Provinsi Papua akan segera turun. Meski penurunan harganya tidak serta merta seperti di wilayah Jawa, yang mencapai Rp 60.000/sak. Namun masyarakat Papua akan segera menikmati harga baru, dan tidak semahal saat ini Rp. 800 ribu-Rp 1 juta/sak.

Demikian keterangan yang disampaikan Oso melalui keterangan tertulis pada wartawan di Jakarta, pada Jumat (23/12/2016) seusai membuka sosialisasi Empat Pilar MPR RI, di Padang, Sumatera Barat pada Kamis (22/12) malam. Ia menyampaikan itu menjawab pertanyaan wartawan terkait rencana Presiden Jokowi yang akan menekan harga semen di Papua, agar sama seperti di daerah Jawa.

Tingginya harga semen di Papua, menurut Oso disebabkan persoalan infrastruktur yang memang sangat sulit. Akibatnya masyarakat hanya bisa mendapatkan semen, jika berani menebus dengan harga tinggi.

Saat ini pemerintah tengah membangun infrastruktur jalan di Papau. Diharapkan proyek pembangunan jalan itu bisa segera selesai. Sehingga membantu proses perdagangan semen. Dan semen bisa sampai ditangan masyarakat dengan harga yang lebih murah dibanding saat ini.

“Akan lebih murah lagi kalau di sana ada pabrik semen seperti di Papua Barat. Jadi rahasia menurunkan harga semen adalah keberadaan pabrik semen dan sarana jalan yang memadai”, kata Oso.

Sebelumnya, saat meresmikan gedung sekretariat DPP Partai Hanura pada Rabu (21/12), Presiden Joko Widodo berkeinginan menekan harga semen di papua, agar sama seperti daerah lain. Saat itu Presiden yakin, rencana tersebut akan berhasil, sebagaimana keberhasilan pemerintah menekan harga BBM di Papua, sehingga sama seperti di wilayah lainnya di Indonesia.

Majelis Ta’lim

Sementara itu ketika bersama jamaah majelis taklim Oso mengingatkan kewajiban untuk menghormati dan menyayangi kaum wanita, khususnya ibu-ibu. Karena ibu adalah orang yang sangat berjasa pada anak-anaknya. Seorang ibu telah mengandung selama sembilan bulan sepuluh hari, lalu melahirkan, menyusui dan membimbing anak-anaknya hingga mereka bisa mandiri.

Menghormati dan menghargai jasa ibu menurut Oso tidak hanya dilakukan saat memperingati hari ibu. Tetapi harus terus dilakukan. Seperti yang diajarkan oleh Nabi SAW. Kepada para sahabatnya Nabi mengajarkan rasa cinta dan hormat kepada ibu, itu tiga kali lebih besar dibanding bapak. Ajaran itu disampaikan agar umat manusia senantiasa menghormati ibunya.

Pada kesempatan itu, Oso tak lupa mengucapkan selamat kepada para ibu, anggota majelis ta’lim, atas datangnya peringatan hari ibu pada 22 Desember.

Kepada anggota majelis taklim Oso mengingatkan peran penting para ibu dimasa kini. Kata Oso, banyak negara yang tidak suka indonesia maju. Mereka ingin masyarakat Indonesia hancur dan terpecah belah. Lalu mereka ingin menguasai dan mengambil alih kekayaan Indonesia.

Salah satu cara yang dipakai adalah melalui peredaran narkoba. Narkoba bisa dimasukkan dengan gampang dalam kehidupan anak-anak muda, sehingga memberikan efek buruk dalam kehidupan para pemuda. Narkoba juga memiliki daya rusak yang sangat besar terhadap masa depan generasi muda.

“Inilah salah satu tantangan ibu-ibu majelis taklim. Kita tidak boleh membiarkan narkoba masuk ke jaringan ibu-ibu majelis ta’lim. Demikian juga ibu-ibu majelis ta’lim harus turut memerangi narkoba,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top