Nasional

Seharusnya KPK Tetapkan Ade Komarudin Tersangka

JAKARTA, Kasus korupsi E-KTP yang diduga merugikan negara Rp 2,3 triliun dan KPK telah menetapkan Irman dan Sugiharto sebagai terpidana, Setya Novanto sebagai tersangka, dan seharusnya Ade Komarudin (Akom) yang disebut-sebut terima uang E-KTP tersebut juga menjadi tersangka.

Padahal, menurut keterangan hakim Ade Komarudin menerima sebesar 100.000 dollar AS, politisi Hanura Miryam S Haryani terima 1,2 juta dollar AS, Markus Nari sebesar 400.000 dollar AS atau senilai Rp 4 miliar.

Dua orang terakhir telat mengemban status tersangka, namun Ade Komarudin, mantan Ketua DPR RI hingga belum dijadikan tersangka.

Pengamat politik Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti mengatakan penetapan menjadi tersangka itu menjadi dasar untuk melanjutkan proses hukum. “Sekarang yang perlu dicari tahu apakah Akom sudah pernah dipanggil terkait dugaan keterlibatannya dalam korupsi itu?” kata Ray Rangkuti pada wartawan di Jakarta, Selasa (19/9/2017).

Untuk itu, Ray menekankan bahwa KPK harus menyegerakan penelusuran sejauh mana keterlibatan Akom mengingat yang lain sudah menjadi tersangka.

“Jadi, karena sudah ada di BAP, tentu KPK harus segera memproses Akom, apakah akan ditetapkan sebagai tersangka atau bagaimana kesimpulan hukum,” ungkap Ray.

Nama Akom sudah beberapa kali dipanggil KPK, namun hingga kini masih belum status tersangka.

Setelah pemeriksaan Akom di KPK. juru bicara KPK Febridiansyah memberikan keterangan, KPK masih mendalami indikasi aliran dana korupsi e-KTP ke sejumlah politisi. Salah satunya Ade Komarudin.

Penyidik ingin mengklarifikasi dugaan yang tercantum dalam pertimbangan hakim Tipikor yang mengadili Irman-Sugiharto. ”Aliran dana itu sebagaimana tercantum dalam putusan kasus e-KTP,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top