Investasi

Naikkan Layanan Haji, Dana Optimalisasi Sekitar Rp4 Triliun Digunakan

JAKARTA-Dana optimalisasi haji yang digunakan untuk meningkatkan pelayanan haji sekitar Rp4 triliun lebih. Saat ini dana haji yang mengendap mencapai Rp70 triliun sampai Rp80 triliun. “Ada tiga unsur yang digunakan sebagai sumber pembiayaan selain BPIH yang sekitar Rp34 juta, yakni APBN dan dana optimalisasi,” kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR Abdul Malik Haramain di Jakarta, Senin (22/8/2016).

Selain itu, kata anggota Fraksi PKB, dalam pengelolaan dana haji ini menggunakan lindung nilai (hedging), sehingga dana haji tetap aman. Begitupun dengan living cost (uang saku) untuk jamaah haji, tetap tak berubah sekitar Rp5 juta.

Menurut Malik, transaksi keuangan rupiah ke real tidak tergantung fluktuasi dollar AS, tapi dari rupiah langsung ke real. Uang saku jamaah haji tetap 1500 real atau Rp 5 jutaan, @real = Rp 3750,-. “Bus transportasi yang digunakan maksimal tahun 2007, agar tidak mengalami masalah di tengah perjalanan. Seperti mogok, tidak ada AC-nya dan sebagainya,” ucapnya

Selain itu manasik haji harus dilakukan sebanyak 10 kali dari sebelumnya 8 kali, khususnya untuk daerah terpencil. Sebab, ibadah haji itu ibadah fisik. Juga makan yang sebelumnya dua kali, kini harus tiga kali, petugas haji dari TNI/Polri bertambah menjadi 75 orang dari sebelumnya 45 orang. “Hal ini untuk memberikan jaminan keamanan untuk jamaah haji sendiri,” tambah Malik.

Malik menjelaskan DPR dan pemerintah diharapkan memberikan pelayanan haji yang maksimal dan menggunakan dana haji secara optimal. Baik dana jamaah haji, APBN, dan optimalisasi dana haji. “Kita harapkan ke depan lebih baik,” imbuhnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top