Industri & Perdagangan

Naikan Daya Saing, Rockwool Produk Nichias Berstandar SNI

Kemenperin.go.id

JAKARTA-Produk rockwool dari PT Nichias Rockwool Indonesia memiliki Standar Nasional Indonesia, yakni SNI 8421: 2017. Bahan Isolasi Panas, Penyerap Suara dan Tahan Api dari mineral wool yang sifatnya masih sukarela. “SNI ini dapat menjamin kualitas produk dan meningkatkan keamanan bagi konsumen serta mewujudkan persaingan bisnis yang sehat,” kata Sekjen Kementerian Perindustrian, Haris Munandar, di Kawasan Industri Kujang Cikampek, Karawang, Kamis (14/9/2017).

Standar ini, lanjutnya, akan terus berkembang dan disesuaikan agar selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar. Rockwool memiliki nilai tambah tinggi karena bahan baku utamanya adalah batuan alam yang memiliki nilai ekonomi yang tidak terlalu tinggi.

Namun, setelah menjadi produk rockwool, maka nilai ekonominya akan jauh lebih tinggi. Rockwool juga memiliki banyak manfaat, sifatnya yang merupakan insulasi panas, penyerap suara dan tahan api sangat cocok untuk keperluan industri sebagai upaya menghemat energi, menjaga lingkungan dan sebagai alat pengaman.

Pemanfaatan rockwool tidak hanya untuk industri, tapi juga bisa digunakan di gedung umum dan perumahan, bahkan sebagai media tanam hidroponik. “Kami berharap PT Nichias Rockwool Indonesia terus meneliti, mengembangkan dan melakukan diversifikasi produk untuk memenuhi kebutuhan konsumen masa depan dan meningkatkan daya saing perusahaan,” tukas dia.

Perusahaan asal Jepang tersebut pertama kali masuk pasar Indonesia dengan mengoperasikan pabrik rockwool pertama berkapasitas 5.000 ton per tahun pada 1995. Kemudian, dilanjutkan pengoperasian jalur produksi kedua dengan kapasitas produksi 10.000 ton per tahun pada 2012.

Selanjutnya, pada September 2017, perusahaan menyelesaikan pembangunan dan memulai produksi komersial untuk jalur produksi ketiga dengan kapasitas 20.000 ton per tahun. Pabrik senilai 8,7 juta dollar AS ini menempati lahan seluas 72.980 dengan luas bangunan 17.643 meter persegi.

Melalui lini ketiganya, Nichias akan memproduksi rockwool dan produk alumina dengan merek dagang Tombo MG Product yang mampu menyerap 350 orang tenaga kerja. “Kami menyampaikan apresiasi kepada PT Nichias Rockwool Indonesia yang terus meningkatkan kapasitas produksinya,” ujar Haris.

Hal ini, lanjutnya, dapat menjadi salah satu indikasi bahwa Indonesia adalah negara yang menjanjikan untuk investasi, serta pasar yang sangat potensial.

Peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat mengurangi kebutuhan impor untuk produk yang sama, sehingga dapat menghemat devisa negara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top