Nasional

Munas, OSO Dipastikan Jabat Kembali Ketua Umum Hanura

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM – Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) menyebut adanya gangguan internal dan eksternal saat menghadapi Pemilu 2019. Akibatnya, Hanura tak lolos ambang batas parlemen dan gagal ke Senayan.

“Kita bersyukur walau banyak gangguan dahsyat dan berkepanjangan, berkat militansi kader loyal tak terpengaruh bujuk rayu para pengkhianat partai,” kata Oesman Sapta di Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Dikatakan, Hanura masih berhasil lolos menjadi peserta Pemilu 2019. Lalu juga meloloskan kadernya menjadi anggota DPRD provinsi dan kabupaten kota.

“Namun dalam politik nasional kita tak lolos parliamentary treshold (PT). Kenyataan pahit ini jangan membuat putus asa. Karenanya saya minta kader Hanura menyongsong Pemilu 2024. Kita bergerak lagi dari nol. From zero to hero. Kita mulai dari awal. Kita mulai dari kelahiran yang baru dengan mengharapkan tanpa ada gangguan lagi,” kata Oesman.

Karena itu, ia meminta dalam rapimnas ini dibahas hal strategis dan mendesak sebagai persiapan Munas. Ia tak ingin perbincangkan kegagalan masa lalu. “Dulu kita mulai dari satu tahun 8 bulan. Memang tak cukup waktu. Apalagi ada gonjang ganjing. Sekarang kita mulai from zero to hero,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura, Benny Ramdani mengungkapkan, besar kemungkinan Oesman Sapta Odang (OSO) akan kembali menjabat Ketum Hanura untuk periode mendatang.

“Jika tidak ada perubahan dalam Rapimnas nanti, hampir bisa dipastikan Pak OSO akan kembali menjadi Ketua Umum secara aklamasi,” kata Benny.

Apa yang dimaksud Benny dengan tidak adanya perubahan itu, adalah aspirasi kader Hanura di level Dewan Pimpinan Daerah (DPD), yakni sebanyak 34 DPD, yang semula sudah menyatakan keinginan agar OSO kembali menjabat Ketua Umum. Aspirasi ini juga telah divalidasi dalam gelaran Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) yang melibatkan sebanyak 514 DPC (Dewan Pimpinan Cabang).

Menurut Benny, aspirasi agar OSO kembali menjadi Ketum itu, terangkai dengan dua poin aspirasi lainnya yakni, agar jadwal penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) dipercepat, dan agar DPP Hanura segera mengambil tindakan tegas terkait aset-aset Hanura yang masih berada di tangan para pihak yang tak lagi terkait dengan partai.

Gelaran Rapimnas yang menjadi forum akhir dari upaya menjaring aspirasi kader ini, disampaikan Benny, akan berlangsung pada 20-22 November 2019. Dari situ akan ditetapkan jadwal Munas sebagai forum tertinggi partai untuk memilih pucuk pimpinan. Rangkaian acara akan bermuara pada perayaan HUT Partai Hanura ke 13.

Hanura kata Benny, memang tidak mengundang pihak-pihak luar dalam gelaran Rapimnas. Tapi dalam acara Munas, beberapa pihak akan diundang, termasuk Presiden RI. “Munas, Insya Allah akan dihadiri oleh Presiden Jokowi,” pungaks Benny.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top