Infrastruktur

Mulyadi Pertanyakan Progres Proyek Jalur Puncak II

Mulyadi Anggota Komisi V DPR/dpr.go.id

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Anggota Komisi V DPR Mulyadi kecewa mandegnya pembangunan proyek infrastruktur jalur Puncak II. Karena itu pihaknya mendorong PUPR untuk kembali melanjutkan proyek tersebut demi kesejahteraan masyarakat. “Saya menyayangkan melihat program terkait pembangunan infrastruktur di Kawasan Puncak. Saya mohon Pak Menteri menjadikan Komsisi V DPR sebagai mitra sejati, bukan mitra bayangan yang hanya dibutuhkan saat diperlukan,” katanya dalam rapat kerja dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dan BPWS di Jakarta, Selasa (15//9/2020).

Mulyadi menduga mandegnya proyek tersebut, karena Kementerian PUPR mendapat masukan yang tidak tepat. “Ada infomasi yang kurang pas, misalnya program pembangunan Puncak II yang kurang mendapat prioritas. Kalau ada informasi bahwa proyek Puncak II hanya untuk kepentingan tertentu, saya kira kurang bijak,” ujar anggota Fraksi Partai Gerindra.

Lebih jauh Mulyadi menyarankan agar Menteri PUPR bersinergi dengan Komisi V DPR turun mengechek langsung ke lapangan agar mendapat informasi yang berimbang. “Saya lebih senang bapak dan Pimpinan Komisi V DPR turun langsung untuk mengechek, terutama kami yang menjadi warga Kabupaten Bogor (tidak jauh dari Jakarta) sangat tersiksa dengan situasi seperti itu. Jangan sampai mendapat informasi yang salah terkait kepentingan Puncak, lalu masyarakat dikorbankan,” terangnya.

Disisi lain, Alumni S2 IPB ini meminta agar ada sensitifitas setiap program pembangunan yang berorientasi kepada rakyat. “Karena kita belum tahu sampai kapan Pandemi Covid-19 ini akan berakhir, protokol kesehatan harus makin diperketat, sehingga masyarakat bisa terhindar dari Pandemi,” paparnya.

Sebelumnya pada Agustus 2020, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menilai jalur Puncak 2 yang membentang kurang lebih 48 km mulai dari Sirkuit Sentul—Babakan Madang—Hambalang—Sukamakmur hingga Pacet Istana Cipanas sudah sempat dikerjakan, tetapi belum selesai.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa pihaknya akan melanjutkan proyek yang sempat mangkrak, tetapi dengan memperbaiki jalur Puncak yang ada terlebih dahulu. “Itu [pengerjaan jalur Puncak 2] sebelum pemerintahan [Presiden Joko Widodo] dulu. Kebijakan kabinet ini, kami memperbaiki dulu jalur Puncak yang sekarang, kan sudah mulai dilebar-lebarkan. Jembatan juga kami lebarkan, PKL [pedagang kaki lima] juga sudah diberi tempat di perkebunan seluas 5 hektare juga sudah dibikinkan untuk bisa pindahkan sehingga tidak di jalan,” katanya.

Menurut Basuki, setelah selesai dilakukan perbaikan, maka akan dibuat jalur Puncak 2. Pihaknya juga sudah melakukan survei dan memungkinkan untuk kembali dilanjutkan jalur ini. “Nanti kalau sudah selesai baru kami bikinkan jalur Puncak 2. Saya sudah ke sana, sudah ada tapak jalannya, tidak terlalu susah membangun itu, tapi itu kami utamakan dulu yang perbaiki yang sekarang itu.” ***

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top