Industri & Perdagangan

Apresiasi Perpanjangan HGBT, Mukhtarudin: Memberi Efek Ganda Bagi Kemajuan Industri Nasional

Apresiasi Perpanjangan HGBT, Mukhtarudin: Memberi Efek Ganda Bagi Kemajuan Industri Nasional
Wakil Ketua Fraksi Golkar Bidang Industri dan Pembangunan (Inbang) DPR RI Mukhtarudin/Foto: dok Suarainvestor

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memutuskan untuk memperpanjang kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) atau gas murah US$ 6 per MMBTU. Kebijakan ini akan diperpanjang untuk 7 sektor industri tertentu. Adapun, ketujuh sektor industri tersebut antara lain, industri pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik, kaca, hingga sarung tangan karet.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Fraksi Golkar Bidang Industri dan Pembangunan (Inbang) DPR RI Mukhtarudin mengapresiasi langkah pemerintah tersebut. Kebijakan memperpanjang program Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) atau harga gas murah di bawah 6 dolar AS per MMBTU bagi tujuh kelompok industri tersebut tentu bisa meningkatkan ketahanan atau utilitas industri nasional. “Tentu saya kira kebijakan perpanjangan HGBT sudah pasti akan memberikan banyak multiplier effect terhadap kemajuan industri nasional,” ujar Mukhtarudin, Rabu,(10/7/2024).

Politisi Golkar Dapil Kalimantan Tengah ini bilang dengan adanya kebijakan ini, akan meningkatkan kemampuan daya saing industri nasional sehingga bisa bersaing dengan industri global. Selain meningkatkan utilitas produksi, keberlanjutan program HGBT ini dapat menarik investasi baru yang akan menciptakan lapangan kerja, peningkatan kontribusi pajak pertambahan nilai (PPN). “Dan juga dapat meningkatkan pajak penghasilan (PPH) badan, serta peningkatan kinerja ekspor,” pungkas Anggota Komisi VII DPR.

Kebutuhan Domestik

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyetujui pembentukan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) gas bumi untuk kebutuhan domestik. Bahwa RPP gas bumi ini akan mengatur pengelolaan gas untuk kepentingan industri dan sumber energi nasional.  “Alhamdulillah presiden menyetujui melanjutkan RPP gas bumi untuk kebutuhan domestik. RPP ini pada dasarnya akan atur pengelolaan gas untuk kepentingan industri dan untuk kepentingan sumber energi. Bukan hanya kebutuhan industri, tapi untuk kelistrikan di Indonesia” ujar Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita.

Agus mengatakan, RPP gas bumi ini merupakan game changer bagi pengelolaan gas nasional yang dalam aturannya akan menetapkan Domestic Market Obligation/DMO) sebesar 60 persen dari total produksi. Dengan demikian, kebutuhan gas bumi untuk industri manufaktur terpenuhi. “Kami percaya bahwa carut-marut pengeluaran gas untuk kebutuhan industri dan kebutuhan kelistrikan itu tidak akan ada lagi karena regulasi yang mengaturnya itu regulasi yang secara hierarki sangat tinggi hanya di bawah undang-undang,” pungkas Menperin Agus.***

Penulis    :   Iwan Damiri

Editor     :    Kamsari

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top