Nasional

MPR: Tokoh Masyarakat Harus Jaga Keberagaman

MANGGARAI, SUARAINVESTOR.COM-Kalangan elit politik dan tokoh masyarakat diminta bijak dalam memberikan pencerahan-pencerahan terkait kehidupan berbangsa dan bernegara. Apalagi tokoh masyarakat mempunyai peranan penting menjadi penyambung lidah rakyat. “Sehingga gagasan-gagasan dan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh elit bisa efektif sampai kepada masyarakat dibawah,” kata Anggota MPR dari Fraksi PKB, NM Dipo Nusantara Pua Upa saat kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI, di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Senin (30/11/2020).

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri sekitar 150 peserta yang terdiri dari unsur tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda, dan tokoh politik. Dalam paparannya, Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) NTT I ini berharap tokoh masyarakat untuk tidak henti-hentinya mengayomi masyarakat. Begitupun sebaliknya, aspirasi-aspirasi yang muncul dan berkembang dimasyarakat bisa didengar oleh elit pengambil kebijakan untuk selanjutnya dijadikan sebagai bahan pengambilan kebijakan berikutnya.

Politisi PKB ini menambahkan dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara yang plural dan beraneka ragam seperti Indonesia, maka peranan tokoh masyarakat sangat strategis. Hal ini karena bisa menjadi kekuatan perekat bangsa. “Sehingga tokoh masyarakat bisa bersama-sama dengan pemerintah baik pusat dan daerah menjalin kerjasama yang produktif dalam mensosialisaikan nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya.

Namun Dipo sangat menyayangkan, apabila ada tokoh masyarakat yang justru malah menjadi mediator terhadap berkembangnya pemahaman dan bibit radikalisme di tengah-tengah masyarakat. “Mungkin saja, sang tokoh tersebut tidak menyadarinya, namun seharusnya dirinya lebih arif dan bijaksana dalam memberikan pernyataan.”

Menurut Dipo, apapun perkataan para tokoh dapat ditafsirkan dan dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu yang memang bertujuan menganggu stabilitas politik dan keamanan bangsa. “Terlebih-lebih lagi manakala kepentingan mereka untuk memecah belah bangsa.”

Apalagi saat era digital seperti sekarang ini, sambung Mantan Aktifis Gerakan Pemuda Ansor, dimana pidato atau ceramah sang tokoh bisa dengan mudah di rekam dan di edit untuk dipotong-potong sesuai keinginannya dan secara masif bisa disebar luaskan kepada masyarakat luas. “Sekali lagi, para tokoh masyarakat selayaknya bijak dan berpikir ulang manakala ingin menyampaikan sesuatu dihadapan publik,” pungkasnya. ***

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top