Nasional

MPR RI: Politik Kebangsaan Payungnya Pancasila

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM – Sekretaris Fraksi PAN MPR RI Saleh Partaonan Daulay menegaskan jika politik kebangsaan itu payung hukumnya adalah Pancasila. Karena itu meski dalam pilpres 2019 lalu potensi pembelahannya sangat besar, namun pasca pilpres bertemu kembali di MRT antara Jokowi dengan Prabowo inilah politik Indonesia.

“Politik kebangsaan itu lebih mementingkan kepentingan bangsa dan negara jauh ke depan atau futuristik. Makanya, sila pertama hingga kelima Pancasila mengandung unsur politik kebangsaan yang abadi,” demikian Saleh Daulay.

Hal itu disampaikan Saleh Daulay dalam dialog empat pilar MPR “Praktik Politik Kebangsaan” bersama peneliti utama LIPI Siti Zuhro, dan Filep Wamafma anggota DPD RI dari Papua Barat, di Kompleks MPR RI, Senayan Jakarta, Jumat (25/10/2019).

Untuk pula kata dia, PAN sejak awal mengusulkan pimpinan MPR RI tidak dipilih melalui voting, melainkan musyawarah. Sehingga ke-10 pimpinan MPR RI dari 9 partai politik dan satu DPD RI terwakili di MPR RI. “Jika dilakukan voting, maka menyimpang dari politik kebangsaan Pancasila,” kata Saleh Daulay.

Sementara itu jika politik kekuasaan untuk kepentingan jngka pendek. Misalnya pasca pilpres bagi-bagi kursi menteri. Termasuk dengan Gerindra yang menjadi lawan di pemilu 2019. “Politik kekuasaan hanya lima tahun. Itupun meski hak prerogatif presiden, banyak parpol yang mengajukan nama-nama untuk menjabat menteri,” pungkasnya.

Teladan Elit

Anggota MPR dari kelompok DPD RI Filep Wamafma mengingatkan jika politik nasional akan berdampak kepada masyarakat di daerah atau politik lokal. Seperti halnya apa yang terjadi akhir-akhir ini di Papua. Padahal, selama ini belum terjadi saling-bunuh dengan warga pendatang.

“Jadi, ada apa ini? Pak Jokowi sudah lebih dari sepuluh kali ke Papua. Kami tak enak, karena daerah lain juga membutuhkan. Jadi, berbangsa dan bernegara ini butuh komitmen untuk NKRI. Bukan hanya bagi-bagi kekuasaan. Daerah butuh keteldanan para elit,” kata Filep.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top