Nasional

MPR: Pilkada Bukti Masyarakat Ikut Aktif Menegakkan Demokrasi Pancasila

JAKARTA,SUARAINVESTOR.COM  – Menyadari tingkat partisipasi masyarakat yang cukup tinggi dalam pilkada serentak 9 Desember 2020 ini, MPR RI menyampaikan terima kasih karena ikut mewujudkan sekaligus menegakkan kedaulatan dalam berdemokrasi Pancasila. Bahkan partisipasi itu disebut-sebut diatas target 77 persen.

“MPR berterima kasih pada seluruh lapisan masyarakat, yang ikut menyukseskan pilkada di tengah pandemi ini. Ditambah lagi dibarengi hujan, banjir, antrean panjang, dan berbagai bencana lainnya. Tapi, masyarakat tetap hadir untuk memilih. Sehingga kekhawatiran sebelumnya tidak terjadi,” tegas Ketua FPPP MPR RI H. Arwani Thomafi.

Hal itu disampaikan Waketum DPP PPP itu dalam diskusi empat pilar MPR RI ‘Membaca Proses Demokrasi Pilkada di Tengah Pandemi” bersama Komisioner Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar di Gedung MPR RI, Senayan Jakarta, Kamis (10/12/2020).

Namun demikian, Arwani berharap dalam rentang waktu dua minggu ke depan tidak terjadi lonjakan covid-19. “Pada prinsipnuya dalam pilkada kali ini bagaimana demokrasi Pancaisla itu bisa ditegakkan dengan baik di tengah masyarakat,” ujarnya.

Dimana isu-isu SARA, politik uang dan sebagainya jauh menurun dibanding pemilu 2019. Dan, proses demokrasi Pancasila itu akan lebih baik lagi ke depan jika isu-isu SARA tersebut akan terus menurun. Sehingga, hak-hak masyarakat sebagai warga negara itu dalam memilih dan dipilih bisa dijalankan dengan baik.

Dengan begitu, maka proses demokrasi ini akan menjadi pengintegrasian antar keberagaman anak bangsa. Terlebih di tengah pandemi ini, sebagai momentum bahwa semua bisa berkontribusi untuk menyatukan seluruh kekuatan bangsa dengan damai. “Jadi, Pancasila ini menjadi kunci keberagaman bangsa dalam politik,” ungkapnya.

Hal yang sama disampaikan Fritz Edward Siregar, bahwa pilkada ini merupakan ujian yang tak mudah bagi penyelenggara pemilu, masyarakat maupun wartawan. Ternyata pilkada berlangsung lancar, damai, dan sukses secara teknis prosedural.

“Kondisi Indonesia berbeda dengan Amerika Serikat, Korea Selatan, Singapura dan dunia lainnya. Terbukti partisipasi dalam pilkada kali ini cukup tinggi. Dari pengawasan Bawaslu mencapai 74.4 persen atau 225 ribu TPS dari 300 ribuan TPS se-Indonesia,” jelasnya.

Padahal, kondisi alam sedang tidak ramah; hujan, banjir, ombak laut yang tinggi, angin kencang, longsor, dan sebagainya. Namun, partisipasi masyarakat cukup besar. “Semua ini berkat dukungan masyarakat, parpol, dan pers,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top