Nasional

MPR Minta Pemerintah Masukkan Pancasila dalam Kurikulum Pendidikan Nasional

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM – Di era kecanggihan teknologi digitalisasi sekarang ini, nilai-nilai Pancasila seharusnya bisa dilakukan dalam bentuk aplikasi, agar mudah dipahami generasi melenial, murah dan cepat bisa diakses secara luas. Seperti berita hoaks yang anti Pancasila selama pilpres 2019 lalu juga dilakukan secara masif melalui aplikasi WhatsApp (WA).

“Jadi, lima nilai-nilai Pancasila itu akan selalu relevan dan mudah dicerna oleh generasi muda jika diartikulasikan dalam bentuk aplikasi. Sehingga meski Pancasila terus digoyang dari masa ke masa tetap akan kokoh sebagai ideologi bangsa,” demikian Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid.

Hal itu disampaikan Waketum PKB itu dalam dialog empat pilar MPR RI ‘Budaya Panmcasila, Gotong Royong untuk Indonesia Maju’ bersama Ketua Komite I DPD RI Agustin Teras Narang, dan anggota MPR RI FPKS Mulyanto di Kompleks MPR RI Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Karena itu lanjut Jazilul, MPR RI berharap Pancasila itu bisa dikemas sedmikian rupa sehingga mudah diakses dan dipahami generasi melenial. “Kalau tidak mengikuti perkembangan teknologi, maka akan tertinggal,” ujarnya.

Selain itu, agar Pancasila bisa membentuk karakter generasi milenial, MPR RI akan meminta pemerintah khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebduayaan (Kemendikbud) RI masuk ke dalam kurikulum pendidikan. Baik pendidikan dasar (SD) hingga perguruan tinggi.

Untuk itu, MPR RI akan berbicara dengan Kemendikbud RI dan berbagai pihak terkait untuk memasukkan kurikulum Pancasila tersebut ke dalam kurikulum pendidikan.

Menurut Jazilul, aplikasi Pancasila itu belum ada dan inilah yang menjadi tantangan MPR RI ke depan. “Budayawan Pancasila perlu memikirkan ini untuk memberikan energi positif untuk kepentingan bangsa dan negara. Bukan budayawan yang selalu nyinyir pada pemerintah,” pungaksnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top