Nasional

MPR Harus Jadi Mercusuar Kebangsaan

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM – Direktur Eksekutif CSIS, Philips J Vermonte menilai kepentingan politik di MPR RI tak bisa dihindari, karena semua anggota MPR RI dari partai politik, kecuali anggota DPD RI. Sehingga selama proses-proses itu dilakukan secara transparan dan mengikuti fatsun politik tak masalah.

“Misalnya bagi parpol koalisi yang menang dalam pilpres, ya wajar memiliki kekuasaan lebih besar. Sedangkan yang kalah, ya rela untuk tidak berkuasa. Baik di kabinet maupun di MPR RI. Hanya saja MPR RI itu harus menjadi mercusuar, payung kebangsaan,” demikian Philips di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Jumat (2/8/2019).

Conrohnya dengan maraknya politik identitas saat Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu, dengan munculnya penolakan calon pemimpin ‘kafir’ atau non muslim, yang ditujukan kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), seharusnya kata Philip, MPR RI berperan penting untuk ambil bagian konstitusional bahwa siapapun dan dari amana pun sebagai warga negara berhak dipilih dan memilih di negara ini.

Sama halnya saat pilpres dan pasca pilpres 2019 lalu. Karena itu, figur pimpinan MPR RI idealnya orang mampu berpikir dan bertindak melampaui partai politiknya agar tidak partisan.
“Itu tantangan terbesar bangsa ini. Harus menjalankan prinsip-prinsip kewarganegaraan, yang sama-sama mempunyai hak politik, ekonomi, pendidikan dan sebagainya. Tapi, itu dilanggar di pilgub DKI Jakarta maupun pilpres 2019 lalu,” tambah Philips.

Hanya saja kata Philips, menjadikan MPR RI sebagai mercusuar kebangsaan itu membutuhkan keikhlasan dan kebesaran hati elit partai politik.

“Parpol boleh berebut kursi MPR RI, tapi tugas MPR RI adalah menegakkan prinsip-prinsip kewarganegaraan, mengentaskan kemiksinan, perbaikan ekonomi di tengah tantangan global yang tidak menentu dan teknologi digital yang makin canggih. Toh, rebutan kekuasaan itu menyebalkan rakyat, dan sebagai panen bagi parpol,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top