Nasional

MKGR Dukung Pemerintah Terus Bekerja untuk Rakyat

JAKARTA, Ketua Umum DPP Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Roem Kono menegaskan dukungannya kepada pemerintah terus bekerja untuk kesejahteraan rakyat. Karena itu MKGR harus membantu pemerintah dalam mensejahtrakan rakyat tersebut. Namun, MKGR akan selalu kritis jika pembangunan ini tidak berpihak kepada rakyat.

“Golkar dan MKGR akan selalu bersama rakyat dan terus berusaha menciptakan kesejahteraan rakyat. Jadi, saat ini belum waktunya bicara Pilpres, nanti 2019,” demikian disampaikan Roem Kono dalam acara halal bi halal keluarga besar MKGR ‘Merajut kembali semangat gotong royong yang berjiwa Pancasila sebagai perekat bangsa’ di Jakarta, pada Jumat (28/7/2017) malam.

Hadir antara lain politisi senior Golkar H. Irsyad Sudiro, Sekjen MKGR Adies Kadir, Aburizal Bakrie, Zainal Bintang, Cicip Sutardjo, Yahya Zaini, Abdullah Puteh, Wakil Ketua MPR RI Mahyudin, Ali Wongso, Meutia Hafiz dan lain-lain.

Menurut Wakil Ketua Komisi IV DPR itu, kalau semua berpegang kepada Pancasila, maka dinamika politik yang dilakukan oleh seluruh elit politik dan tokoh bangsa ini adalah pasti untuk kebersamaan, kesejahteraan, kedamaian, persatuan dan kesatuan bangsa. “Bukan untuk kepentingan politik golongan dan apalagi pribadi,” ujarnya.

Karena itu kata Roem Kono, sekarang ini orang mudah mengaku Pancasilais, tapi perilakunya tidak mencerminkan nilai-nlai luhur Pancasila itu sendiri. ‘Jadi, MKGR harus komitmen dan terus mempelopori jiwa dan semangat gotong royong berjiwa Pancasila, demi kesejahteraan, persatuan dan kesatuan bangsa,” tambahnya.

Mengapa? Kata Roem Kono, MKGR dan Golkar ini memiliki sejarah panjang dalam mendirikan Republik Indonesia ini. Sehingga, jangan sampai kader Golkar di seluruh Indonesia mencederai Pancasila sebagai ideologi negara. “Ingat Golkar dalam berpolitik selalu berpegang teguh kepada demokrasi Pancasila,” jelasnya.

Dengan demikian dia meminta seluruh elemen bangsa dalam berdemokrasi harus tetap menjunjung tinggi Pancasila, UUD NRI 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. “Itulah pilar-pilar negara yang menjadi pegangan MKGR dan Golkar dalam berpolitik. Yaitu, politik kebangsaan. Bukan untuk kepentingan kelompok dan golongan,” ungkapnya.

Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie (Ical) dalam kesempatan itu juga menyatakan hal yang sama, jika Golkar harus mendukung dan selalu bersama pemerintah. Namun, kalau ada kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat, maka MKGR dan Golkar harus tetap kritis.

“Kalau sikap itu terus dilakukan, maka Golkar akan terus mendapat simpati rakyat. Sebaliknya, kalau Golkar membiarkan ketimpangan, maka Golkar akan ditinggalkan rakyat,” katanya.

Mahyudin juga berharap MKGR dan Golkar konsisten mengawal 4 pilar kebangsaan tersebut. “Jangan sampai membiarkan Ormas anti Pancasila tumbuh subur di negeri ini. Seperti HTI, jelas anti Pancasila dan menjadi ancaman desintegrasi bangsa. Jadi, gak usah demo dengan menakut-nakuti ormas lain, tapi tempuhlah jalur dengan judicial review ke Mahkamah Konstitusi,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top