Nasional

MKD akan Tindaklanjuti Kicauan Fahri Hamzah

JAKARTA, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) memastikan laporan terhadap Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah akan tetap diproses terkait kicauan Fahri lewat akun Twitter-nya, @Fahrihamzah, yang dinilai menghina tenaga kerja Indonesia (TKI). Namun, proses yang berjalan akan tetap sesuai dengan hukum acara MKD.

“MKD akan mellakukan verifikasi apakah sudah memenuhi syarat formal dan materil oleh tenaga ahli. Jika laporan tersebut dinyatakan lengkap, maka MKD akan melangsungkan rapat pleno untuk meminta pandangan dari masing-masing pihak,” tegas Wakil Ketua MKD Sarifuddin Sudding pada wartawan di Jakarta, Jumat (27/1/2017).

Menurut Sekjen Hanura itu, hal itu dilakukan untuk memutuskan apakah laporan tersebut dapat ditindaklanjuti atau tidak? “ Jika dinyatakan sudah lengkap, maka kasus dapat mulai disidangkan. Tapi ketika belum memenuhi syarat, diminta kepada pelapor untuk memenuhi. Jika kasus ditindaklanjuti, MKD akan langsung menyurati pimpinan DPR RI,” ujarnya.

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) oleh Koalisi Masyarakat Sipil untuk Perlindungan Buruh Migran. Koalisi tersebut di antaranya terdiri dari Migrant Care, Indonesia Corruption Watch (ICW), Institute Kapal Perempuan, Koalisi Perempuan Indonesia, dan beberapa LSM lain.

Perwakilan koalisi sekaligus Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah, menilai ada beberapa prinsip yang dilanggar secara etis oleh Fahri. Tiga hal diminta koalisi kepada MKD.
Pertama, menegur Fahri agar ke depannya lebih mempertimbangkan etika, baik dalam berucap maupun menyampaikan pernyataan di sosial media. Kedua, meminta MKD mempertimbangkan agar posisi Fahri sebagai Ketua Tim Pengawas TKI diganti.

Sementara kicauan Fahri yang diucapkan pada 24 Januari 2017 dan menimbulkan polemik adalah: “Anak bangsa mengemis menjadi babu di negeri orang dan pekerja asing merajalela.”

Fahri Hamzah telah minta maaf atas kicauan tersebut dan telah menghapus tweet tersebut. Setelah menghapus kicauan tersebut, Fahri juga meminta maaf. Dia juga menjelaskan tentang konteks pernyataannya agar tak menimbulkan kesalahpahaman lebih jauh di publik. “Tapi, apapun, kita harus berhadapan. Kepada pemangku profesi yang merasa terhina saya minta maaf. Terima kasih,” kata politisi PKS itu pada Selasa malam.

Kicauan itu dianggap merendahkan profesi TKI yang bekerja di luar negeri. Bahkan, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri turut merespons kicauan Fahri tersebut. “Ya harus banyak senyum. Harus menerima baik kritikan orang. Introspeksi biar positiflah. Kicauan itu sebetulnya tak berdiri sendiri, melainkan tengah fokus mengomentari isu nasional. Saya memang menduga akan berdampak pada reaksi keras sejumlah pihak,” jelas Fahri.

Selanjutnya, sebagai Ketua Tim Pengawas Tenaga Kerja, Fahri mengaku sangat mengetahui nasib pekerja Indonesia di luar negeri. Kondisinya tragis bahkan tak jarang ada yang diperbudak. “Jadi, kalimat pada kicauan itu tak ada hubungannya dengan penghinaan,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top