Industri & Perdagangan

Meski Pandemi, Empat IKM Kerajinan Mampu Menembus Pasar Global

Ilustrasi Produk Home Decore/Foto: Anjasmara

YOGYAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Daya saing industri kecil dan menengah (IKM) ternyata mampu menembus pasar ekspor. Artinya, kualitas produk IKM nasional sudah diakui internasional. “IKM tetap bisa bertahan di masa pandemi yang berat ini, bahkan terus berkembang hingga dapat melakukan ekspor,” kata Plt. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita kepada wartawan melalui virtual di Yogyakarta, Rabu (13/10/2021).

Lebih jauh kata Reni, perusahaan yang telah mendapatkan fasilitas kepesertaan ini tercatat mampu meningkatkan kinerja ekspornya dan berkesempatan memiliki pasar yang lebih luas dengan menggaet konsumen dari berbagai negara. “Kemenperin melalui Ditjen IKMA secara rutin berpartisipasi pada Pameran Ambiente, kecuali  2021 ini karena adanya pandemi Covid-19,” ungkap Reni.

Selasa (12/10) kemarin, Plt. Dirjen IKMA melakukan kunjungan kerja di Yogyakarta sekaligus menyaksikan secara langsung pelepasan ekspor produk kerajinan dari empat perusahaan di sektor kerajinan khususnya home decor, yaitu PT Harmoni Jaya Kreasi, CV Industri Classica Variasi, CV Palem Craft Jogja, dan CV Pandanus Internusa. Keempat perusahaan inipernah mendapat fasilitasi kepesertaan dari Kemenperin pada Pameran Ambiente.

PT Harmoni Jaya Kreasi merupakan IKM anyaman dari serat alam dan telah mendapat fasilitasi Pameran Ambiente pada 2018-2020. Negara tujuan pasar ekspornya di antaranya adalahke Perancis, Amerika Serikat, Belanda, Spanyol, Austria, Norwegia, Belgia, Denmark, Afrika Selatan, dan Inggris. Berikutnya, CV Industri Classica Variasi (Enclave) adalah IKM kerajinan kayu dansmall furniture, yang mengikuti Pameran Ambiente pada tahun 2017-2019. Negara tujuan pasar ekspornya meliputi ke Belanda, Jerman, Hong Kong, Kanada, Tunisia, Swiss, Rusia, Cyprus, India, dan Amerika Serikat.

Sementara itu, CV Palem Craft Jogja pernah mendapat fasilitasi Pameran Ambiente pada 2019-2020. IKM ini memproduksi dekorasi berbahan baku serat alam dan limbah. Negara tujuan ekspornya, antara lain ke Spanyol, Israel, Jerman, Perancis, Denmark, India, Belanda, Turki, Belgia, Chili, Argentina, China dan Amerika Serikat. Untuk kali ini, Palem Craft akan memberangkatkan 16 kontainer ke Spanyol, Perancis, Belgia, Jerman, dan Polandia.

Sedangkan, CV Pandanus Internusa, IKM yang memproduksi dekorasi rumah berbahan anyaman pandan, pernah mengikuti Pameran Ambiente pada 2019-2020. Produknya telah diekspor ke Dubai, India, Jerman, Vietnam, Inggris, Maroko dan Belanda. Kali ini, Pandanus akan memberangkatkan 10 kontainer ke Jerman dan Amerika Serikat yang dilakukan bertahap sampai akhir bulan dengan menyesuaikan kesediaan kapal dan kontainer. “Hal ini menunjukkan bahwa IKM kita memiliki daya saing cukup tinggi di pasar global. Selain itu juga memberikan harapan baik bagi kita semua,” ucap Reni.

Reni menambahkan, IKM kerajinan di tanah air memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Hal ini terlihat dari ekspor produk kerajinan yang tercatat menembus USD829 juta pada 2020. Tak hanya itu, jika dilihat dari jumlahnya, industri kerajinan berperan cukup dominan,yaitu mencapai lebih dari 700 ribu unit usaha, dan menyerap tenaga kerja hingga 1,32 juta orang.

Melihat kondisi tersebut, peluang pengembangan industri kerajinan terbentang luas. Apalagi, pangsa pasar industri kerajinan Indonesia baru 2,5 persen dari pasar dunia dan bisa terus berkembang.  Oleh sebab itu, produk kerajinan nasional mestinya mampu menguasai pasar domestik dan internasional. “Tentunya hal ini merupakan capaian yang membanggakan, yang menunjukkan peningkatan kemampuan IKM Indonesia, dan juga peningkatan penetrasi terhadap pasar global, khususnya Uni Eropa,” tegasnya.

Reni mengapresiasi kinerja IKM kerajnan yang mampu terus mengekspor produknya di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia. Sebab, perusahaan harus menghadapi kelangkaan kontainer dan kapal serta meningkatnya biaya pengiriman akibat pandemi yang mengganggu rantai pasok dunia. “Harapannya ke depan permasalahan ini dapat segera ditangani pihak terkait,” ucap Reni.

Pada ekspor kali ini, empat perusahaan memberangkatkan produknya dengan total 28 kontainer 40 feet HC secara bertahap. Kinerja ekspor IKM peserta Pameran Ambiente rata-rata meningkat sebesar 99,5 persen per tahun selama tiga tahun terakhir. “Pada 2019, delapan peserta Pameran Ambiente mencatatkan nilai penjualan saat pameran sebesar USD1,57 juta dan nilai ekspor setelah pameran menjadi USD3,28 juta.”

Sebelumnya, pada 2018, nilai penjualan enam peserta saat pameran tercatat USD705,2 ribu dan nilai ekspor setelah pameran menjadi USD1,2 juta. Sedangkan pada 2017, delapan peserta mencatatkan nilai penjualan USD439,6 ribu dengan nilai ekspor setelah pameran menjadi USD950 ribu,” ungkap Reni. ***

Penulis : A Rohman
Editor   : Kamsri

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top