Perbankan

Merger BSI-BTN Syariah, Masih “Terhalang”

Merger BSI-BTN Syariah, Masih "Terhalang"

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berencana merger dengan Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN Syariah. Namun langkah ini masih terhalang  karena BTN Syariah belum spin-off. “Kami melihat bahwa untuk menggabungkan UUS itu tidak semudah menggabungkan BUS karena UUS itu masih campur kan dengan bank induknya,” kata Direktur Utama BSI Hery Gunardi, Kamis (2/2/2023).

Merger BSI-BTN Syariah, Masih "Terhalang"

Menurut Hery, upaya merger ini merupakan perintah dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ingin menggabungkan seluruh bank syariah milik Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yaitu Bank BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, Bank BNI Syariah, dan BTN Syariah. “Mulanya ingin menggabungkan empat bank syariah milik Himbara itu sekaligus. Namun upaya tersebut terhalang karena BTN Syariah masih menyatu dengan perusahaan induknya,” imbuhnya.

Oleh karenanya, pada tahun 2021, BSI hanya terbentuk dari merger tiga bank syariah Himbara tanpa BTN Syariah agar tidak mengganggu proses penggabungan tiga Badan Usaha Syariah (BUS) milik Himbara itu. “Sekarang PR-nya masih susah yang itu,” ujarnya lagi.

Untuk itu dia menyarankan agar BTN Syariah dapat melakukan spin-off terlebih dahulu dengan BTN sebagai perusahaan induk sebelum merger dengan BSI. “Barangkali (BTN Syariah) dengan BTN spin off dulu. Kemudian mereka rapi-rapiin. Nah setelah itu baru kita lihat lagi kemungkinannya mau gimana,” jelasnya. Kendati demikian, hingga saat ini skema merger BSI dan BTN Syariah masih belum diputuskan oleh para pemegang saham. “Mau gimana skemanya nanti kita tunggu. Nanti Sesuai dengan perkembangan lebih lanjut,” kata Hery.

Sebagai informasi, pemerintah melalui Kementerian BUMN tengah mendorong integrasi antara BSI dengan UUS BTN atau BTN Syariah.***

Penulis    :   Kamsari

Editor      :   Kamsari

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top