Perbankan

Mentan Yakinkan Petani Dapat KUR Dari LKM-A dan Koptan

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memberi kemudahan bagi petani dalam mengakses Kredit Usaha Rakyat ( KUR).

Pernyataan itu disampaikan secara langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan)
Syahrul Yasin Limpo.

“Kementan selalu mendukung upaya petani untuk melakukan tanam. Dengan menanam, ketersediaan pangan akan tercukupi. Untuk membantu petani, kami menyediakan KUR,” kata Mentan mengutip Kompas.com, Sabtu (11/7/2020).

Ia melanjutkan, para petani juga bisa mendapat bantuan KUR dengan mudah dari Lembaga Keuangan Mikro Agrobisnis (LKM-A) dan Koperasi Pertanian (Koptan).

Hal tersebut terungkap dalam Kegiatan LKM-A dan Koptan sebagai Referral Kredit dan Collection Agent dalam Penyaluran KUR Sektor Pertanian di Ciamis, Jawa Barat, Jumat (10/07/2020).

Sementara itu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Dirjen PSP) Kementan Sarwo Edhy mengatakan, salah satu syarat petani agar mudah mendapat KUR adalah bergabung dengan kelompok tani (poktan).

“Secara kolektif melalui poktan, pengajuan KUR bisa dilakukan dengan LKM-A atau Koptan. Selain itu, bank juga bisa lebih mudah menyalurkan KUR dengan cara ini,” katanya.

Sarwo Edhy pun mengimbau petani untuk mengikuti mekanisme tersebut karena LKM-A atau Koptan bisa mewadahi dana swadaya petani, partisipasi anggota, pembiayaan atau modal usaha tani, juga penyediaan sarana produk padi (saprodi).

“Di dalam LKM-A atau Koptan, ada dana penyertaan pendampingan yang bisa digunakan untuk peningkatan kapasitas kelembagaan dan penguatan modal. Ada kredit pertanian yang bisa dimanfaatkan menjadi pinjaman modal,” sambung dia.

Manfaat lainnya, lanjut Sarwo Edhy, terdapat asuransi pertanian sebagai jaminan usaha tani dan pelatihan untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Sebelumnya, Berdasarkan data dari Sistem Manajemen Investasi (SMI) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Ditjen Pbn) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), hingga Kamis (28/5/2020) realisasi KUR pertanian mencapai Rp 18 triliun.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengatakan, realisasi KUR sebesar Rp 18 triliun tersebut terbagi dalam enam sektor.

“Petani di berbagai sektor telah memanfaatkan dana KUR untuk mengembangkan usaha tani mereka,” kata dia dalam keterangan tertulis, Minggu (31/5/2020).

Keenam sektor itu adalah tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, kombinasi pertanian/perkebunan dengan peternakan, serta jasa pertanian, perkebunan, dan peternakan.

Sarwo menjelaskan, para debitur memanfaatkan bank-bank penyalur KUR yang telah menjalin kerja sama dengan Kementan, yaitu BNI, BRI, Mandiri, dan sejumlah bank daerah.

Total debitur yang memanfaatkan KUR hingga Kamis (28/5/2020) mencapai hingga 669.598 orang.

Rinciannya, 567,514 orang tercatat sebagai debitur BRI, 21,963 orang debitur BNI, 57,651 orang debitur Bank Mandiri, dan 22,470 orang merupakan debitur bank lain, termasuk bank daerah.

“Keputusan menjalin kerja sama dengan sejumlah bank ini dilakukan untuk mempermudah petani dalam mengurus KUR. Bank-bank penyalur juga melakukan jemput bola dengan mendatangi para petani,” ujarnya.

Dirjen PSP Kementan itu pun berharap, jumlah tersebut makin meningkat, sehingga produksi juga bertambah dan petani mendapatkan kesejahteraan. ***

Sumber: Kompas.com

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top