Perbankan

Mengambang, Spin Off Bank Jatim Syariah

SURABAYA—Proses spin off Bank Jatim Syariah dari Bank Jatim, Tbk tampaknya harus menunggu hingga akhir 2016. Karena dana Rp100 miliar yang dibutuhkan dari Pemprov Jatim belum jelas. “Pokoknya batasnya sampai akhir tahun harus masuk Rp100 miliar, tidak ada statement bulannya hanya dalam RUPS disebutkan 2016,” kata Sekretaris Perusahaan Bank Jatim Ferdian Timur Satyagraha di Surabaya, Senin (7/6/2016).

Menurut Ferdian, Bank Jatim belum bisa kepastian kapan suntikan dana dari pemerintah daerah senilai Rp100 miliar dicairkan. Bahakn perseroan terus menunggu kepastian dari DPRD dan Pempov Jawa Timur. “Beberapa kali komunikasi dengan pemda, mereka nyatakan bisa memberikan Rp100 miliar,” ucapnya.

Lebih jauh Ferdian tak membantah Bank Jatim mampu memenuhi permodalan untuk spin off dari dana internal senilai total Rp600 miliar. Namun langkah ini dikhawatirkan dapat mengganggu ekspansi bisnis Bank Jatim konvensional.  “Kalau sampai mundur dari 2016, kami akan ihat dulu apakah dengan kondisi sekarang tetap bisa dilanjutkan upaya spin off,” terangnya.

Dalam pelaksanaan sampai sekarang, pendirian Bank Jatim Syariah pada 2016 digolongkan sebagai Bank BUKU 1. Statusnya adalah anak usaha Bank Jatim dengan rencana struktur permodalan minimal Rp600 miliar. Rencananya Rp500 miliar akan disiapkan dari dana internal dan Rp100 miliar lainnya pemprov.

Sesuai keputusan RUPS Bank Jatim tahun buku 2014 diamanatkan agar perusahaan melakukan spin off. Dipertegas dalam RUPS Bank Jatim tahun buku 2015 bahwa spin off akan dilakukan pada tahun ini. Sebelumnya sempat dikemukakan aksi korporasi ini bisa teralisasi pada September 2016.

Pemimpin Divisi Pendukung Bisnis Bank Jatim Syariah Avantiono Hadhianto mengatakan pihaknya kelak akan punya tiga skema pembiayaan unggulan. “Diconsumer ada KPR, di bisnis ada linkage program dengan koperasi dan BPRS, dan untuk pembiayaan umum ada modal kerja dan investasi,” tuturnya.

Sejauh ini program linkage dinyatakan bakal menjadi  tulang punggung perseroan. Bank Jatim Syariah akan menggandeng koperasi-koperasi serta Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) sebagai mitra. Fokus pembiayaan jelas kepada UMKM yang rerata bergerak di sektor perdagangan.

Realisasi penyaluran pembiayaan sampai dengan Mei tahun ini tercatat mencapai Rp793 miliar. Nilai ini mencakup akad Murabahah Rp395 miliar, Qordh Rp42 miliar, Mudharabah Rp317 miliar, Musyarakah Rp37 miliar, dan Ijarah Rp279 juta.
“Di dalam akad Mudharabbah senilai Rp317 miliar seluruhnya untuk linkage dengan BPRS maupun koperasi karyawan,” ucap Avantiono.

Dengan adanya spin off diharapkan sampai dengan 2021 dapat meningkatkan kinerja keuangan Bank Jatim Syariah. Ini bakal tercermin dari Dana Pihak Ketiga diproyeksikan Rp3,35 triliun, pembiayaan Rp3,18 triliun, laba Rp119,76 miliar, serta aset diproyeksikan Rp5,09 triliun.

Cair tidaknya penyertaan modal pemerintah provinsi, Bank Jatim memastikan tetap melanjutkan perluasan bisnis syariahnya pada tahun ini. Salah satu bentuknya dengan memperluas kantor cabang untuk bisnis syariah. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top