Market

Membaik Semester II, Belanja Pemerintah Perlu Digenjot

Tribunnews.com

BATAM, SUARAINVESTOR.COM-Bank Indonesia optimistis perbaikan ekonomi akan terjadi pada semester kedua 2020, setelah isu virus corona selesai. Kondisi ekonomi nasional dlam jangka pendek memang terganggu akibat mewabahnya Covid-19 di sejumlah negara. Begitu pula ekonomi global. “Perbaikannya akan terjadi pada semester ke dua. Yang penting optimisme bisa tetap terjaga,” kata Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo di Batam, Kepulauan Riau, Jumat, (28/2/2020)

Dody memprediksi ekonomi akan pulih, setelah masa inkubasi selama dua bulan, ditambah proses perbaikan selama empat bulan selanjutnya. Dengan begitu, maka dalam enam bulan ekonomi Indonesia diperkirakan akan melambat. “Dan diprediksi akan membaik pada semester ke dua,” tambahnya.

Menurut dia, yang terpenting bagi Indonesia, adalah bagaimana mengatasi ekonomi jangka pendek, baik pemerintah dan BI dari sektor keuangan, bersama OJK.

Pada pekan lalu, lanjut dia, BI mengeluarkan stimulus dari sisi moneter, dengan menurunkan suku bunga dari level 5 persen sekarang 4,75 persen. “Jadi kita harapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lebih terjaga dan perbankan tetap lending dan memberikan pinjaman. Kita harapkan sisi permintaan bisa tetap tumbuh,” kata dia.

Pemerintah juga membuat kebijakan mempercepat belanja pemerintah dan mendorong sektor pariwisata dengan memberikan sejumlah insentif.

Sedang dari jangka panjang, pemerintah mesti menjaga investasi, satu di antaranya melalui omnibus law terkait cipta kerja dan perpajakan akan membantu sektor riil .

Dalam kesempatan itu, ia menyarankan pemerintah daerah agar tidak panik, harus menjaga kepercayaan masyarakat sehingga bisa tetap belanja. “Kita berasumsi bahwa pendapatan masyarakat tak ada masalah, income masih diperoleh. Kalau itu terjaga saya kira masyarakat tetap mau belanja,” pungkasnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top